banner 728x250

Uniknya Warga Bajang Uri-uri Budaya Sedekah Bumi, Bawa Tumpeng di Punden Sejauh Tujuh Kilometer

banner 120x600
banner 468x60

NGANJUK, JURNALDETIK.COM- Desa Bajang, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk adalah sebuah desa kecil yang terletak paling utara di wilayah Nganjuk. Yang hingga saat ini warganya masih melestarikan budaya turun-temurun dari nenek moyang yaitu ruwah desa atau sedekah bumi

Bagi warga desa Bajang, sedekah bumi suatu hal yang sakral yang wajib di lakukan tiap tahunya. Tradisi tersebut selain sebagai rasa syukur atas rezeki yang oleh Allah SWT juga dipercaya sebagai penolak balak agar masyarakat desa Bajang terhindar dari mara bahaya.

banner 325x300

Tahun ini, bertepatan dengan hari raya Idul Fitri 1443 H warga desa Bajang mengelar acara sedelah bumi, dari pantauan Media ini ada beberapa hal yang unik yang hingga saat ini masih di pertahankan oleh warga setempat.

Baca Juga :  Solar langka di Mojokerto, Kapolres Sidak Langsung ke Beberapa SPBU

Menurut salah satu warga, bahwa tradisi sedekah bumi di desa Bajang itu tidak dilakukan seperti di desa lain pada umumnya. Kerena sedekah bumi di desa Bajang ada Tiga yang wajib dilakukan, di gelar selama Dua hari berturut-turut tersebut harus di gelar pada hari Kamis legi malam jumat kliwon, hiburan wajib langen bekso serta minta berkah di Dua tempat makam yang diyakini warga setempat adalah makam dari perintis desa Bajang

” Setiap acara sedekah bumi di desa Bajang tiap tahunnya digelar hari Kamis legi dan Jumat kliwon dan hiburan wajib langen bekso tidak bisa diganti dengan hiburan lain” ujarnya di punden Gunung Prahu. Jumat (6/5/2022)

Baca Juga :  Amaq Sinta Apresiasi Polri Berikan Keadilan Lewat SP3 Kasus Begal

Lebih lanjut dikatkan, khusus di punden mbah Dampu Awang yang terletak di puncak gunung Perahu warga dan waranggono, Yogo serta perangkat desa harus jalan kaki menuju punden yang jaraknya sekitar Tujuh kilometer sambil membawa tumpeng lengkap dengan ayam panggang

” Di punden tersebut Waranggono mengalunkan tembang jawa yang diiringi gambelan kendang, biasanya tumpeng dari warga yang punya Nadar, dan sebagai rasa syukur membawa tumpeng ayam panggang dan dinikmati bersama-sama yang turut hadir di punden tersebut” lanjutnya

Baca Juga :  Berbagi Berkah Bulan Ramadhan, Kapolres Mojokerto Bersama Ibu Bhayangkari Bakti Sosial Di Panti Asuhan LKSA Pacet

Seteleh prosesi ritual sedekah bumi itu, selanjutnya warga desa Bajang menikmati hiburan langen beksa siang malam.(Kar)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *