banner 728x250

Menjadi Korban Mafia Tanah, Tiga Petani Laporkan Kadus ke Polisi

banner 120x600
banner 468x60

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM- Diwakili Hadi Purwanto S.T, S.H Ketua LBH DJAWA DWIPA Tiga petani warga Dsn Kaliputih, Ds Kebonagung, Kec.Puri, Mojokerto melaporkan (DS) Kadus Kaliputi ke Polisi di Polres Mojokerto. Selasa (16/5/2022)

Menurut Ketua LBH DJAWA DWIPA Hadi Purwanto, Setelah keluar dari ruangan Sat Reskrim Polres Kabupaten Mojokerto kepada sejumlah wartawan mengatakan, alasan melaporkan Kadus Kaliputih tersebut, diduga telah melakukan penipuan terhadap Kleinya

banner 325x300

Masalah tersebut terjadi pada tanggal 13 Januari 2022, saat itu DS mau membeli sebidang tanah seluas 2.490m² yang terletah di dusun Kaliputih, desa Kebunagung, dengan SHM No.382 Tasrip/Pak Tasini dengan harga yang telah disepakati sebesar Rp.750 juta

Baca Juga :  Lutfi Ariyono Minta Maaf, Atas Pernyataan Yang Memberikan Uang Untuk LSM Dan Wartawan

“Saat itu DS ngasih DP sebesar Rp.50 juta dan sisanya akan dibayar sebanyak Tiga kali pembayaran hingga bulan Juni 2022 lunas, dalam kwitansi DS janji pada bulan Februari akan bayar Rp.200 juta, bulan April Rp.200 juta dan sisanya akan dilunasi pada bulan Juni 2022, namun hingga saat ini ibu F tidak pernah menerima pembayaran yang telah di janjikan” ujar Hadi yang di dampingi oleh Kayat Sekertarisnya.

Padahal, Tambah Hadi, Sekarang tanah tersebut oleh DS diduga telahmenjual kembali lahan ini ke pengembang yang bernama RZ senilai Rp. 800 juta

Baca Juga :  Gus Barra Buka Bersama Relawan Perjuangan Sekabupaten Mojokerto

” Pengembang ini tanpa perikatan yang jelas menjual sepihak namanya Bu Fatimah kontruksi perkara hari ini termasuk Notaris yang menerbitkan Ikatan Jual Beli (IJB) notaris Jois di Jalan Pemuda Mojosari” tambah Hadi

“Dan kami atas nama korban telah melaporkan semua yang terlibah dalam kasus ini, seperti Pengembang dan Notaris yang membuat IJB” imbuh Hadi

Dan Kami mohon bapak Kapolres dan jajarannya segera bisa Menindaklanjuti dan menangkap para pelaku dan mengembalikan hak-hak para petani sebagai tugas dan wewenang kepolisian untuk mengayomi masyarakat” pungkas Hadi (Kar)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *