banner 728x250

Polres Mojokerto Terjunkan Anggotanya Bersama Pemerintah dan Satgas Bantu Tangani PMK

banner 120x600
banner 468x60

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM- Terjadinya penyebaran penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau foot and mouth disease di wilayah Kabupaten Mojokerto perlu adanya penanganan secara cepat dan tepat, hal ini lah yang mengharuskan Polri terjun langsung dan mengambil bagian dalam penanganan baik pencegahan persebaran maupun pemantauan penanganannya.

banner 325x300

Polres Mojokerto mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki untuk membantu masyarakat diantaranya adalah menerjunkan para bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan yang ada di wilayah desa-desa untuk menciptakan harkamtibmas.

Sepertihalnya yang hari ini dilakukan oleh anggota Polsek bersama kanit Samapta Iptu Ikhwanul bersama Satgas PMK dan pemerintah melakukan pemantauan secara langsung perkembangan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi warga di Dsn Tlebuk Desa Wiyu Kec. Pacet, Kabupaten Mojokerto, Selasa, 24/05/2022.

Baca Juga :  Polresta Mojokerto Bersama 3 Pilar, Laksanakan Pamor Keris Disiplinkan Pelanggar Prokes

Pemkab Mojokerto dan Satgas PMK bersama Polri telah melakukan berbagai upaya pencegahan untuk meminimalisir penyebaran. Di antaranya dengan mensterilisasi pasar hewan, penyekatan daerah perbatasan dan penyuntikan vitamin dan obat – obatan hewan yang terjangkit PMK.

Kapolsek Pacet AKP Amat, S.H, M.H menyampaikan “kita akan bantu pemerintah menangani kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)” yang menyerang hewan ternak untuk pencegahan penularan pada hewan ternak lainya dengan memberikan edukasi serta penanganan sesuai prosedur dan ketentuan yang ada tentunya mempertimbangkan resiko kerugian terkecil bagi warga atau peternak.

Baca Juga :  Vaksinasi Merdeka Anak, Polres Kabupaten Mojokerto Siapkan 300 Dosis Vaksin

Misalnya, apabila ada sapi atau ternak yang sudah terpapar PMK dengan kemungkinan presentase kesembuhanya kecil solusinya adalah harus segera dilakukan potong paksa tentunya dengan didampingi oleh ahlinya, dengan catatan bagian yang boleh dikonsumsi adalah dagingnya, untuk bagian kepala, jeroan, tulang tidak boleh dikonsumsi dan harus dimusnahkan, pungkas Kapolsek Pacet.(Kar)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *