banner 728x250

Gubernur Jawa Timur Menghadiri Kongres Pergunu III Di Ponpes Amanatul Ummah Pacet

banner 120x600
banner 468x60

MOJOKERTO, JURNALDETIK.COM-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa secara resmi membuka Konggres Pergunu III di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, Jum’at (27/5/2022).

Kegiatan itu juga di hadiri Ketua Komisi VIII DPR RI, Wakil Ketua Sekjen PBNU, KH As’ad Said Ali, Forpimda, para Kiai, pimpinan pondok pesantren dan 1000 pengurus Pergunu se Indonesia.

banner 325x300

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan, Gubernur Khofifah ingin menyampaikan beberapa hal yang sebetulnya ini dari memori memori kit. Menurutnya anak-anak TK juga, penting terus untuk disampaikan. Bahwa, gantungkan cita-citamu setinggi langit Bermimpilah setinggi langit jika engkau jatuh engkau akan jatuh diantara bintang-bintang ini. Jadi, saat dia waktu di Kementerian Sosial, sering bertemu dengan penerima program PKH, mereka adalah kelompok masyarakat masa kini, banyak tempat ketika dia bertanya, kira-kira nanti ingin disiapkan menjadi apa atau siapa, cita-cita untuk anaknya pun mereka tidak berani mengucapkan, cita-cita untuk anaknya pun orang tua ini tidak berani mengucapkan, karena begitu tidak percaya dirinya, yang sangat banyak guru-guru, bukan SD bukan SMP guru-guru SMA,  Alya pun tidak secara spesifik memberikan gambaran tentang profesi strategis yang mesti dibangun cita-cita, dan kemudian pernafasannya kepada seluruh siswa-siswi atau santri-santri. Jadi banyak guru pun yang tidak percaya diri untuk bisa menyiapkan dan mewujudkan cita-cita para santri para siswa-siswinya. 

Baca Juga :  Jadi Khatib dan Imam Sholat Idul Fitri, Gus Barra Sampaikan Pentingnya Menyambung Silaturahmi

” ini PR kita bersama, betapa kemudian ketika kita cerita daya saing, ketika kita cerita kompetisi di antara SDM SDM di antara kabupaten kota di antara provinsi, di antara negara-negara di dunia yang harus kita membangun percaya diri santri dan siswa. Sesungguhnya adalah para guru sebetulnya pencetak dari profesi yang luar biasa yang bisa memberikan perkembangan  peta profesi.  Langkah yang harus disiapkan oleh para santri dan siswa-siswi yang ada di dalam lembaga pendidikan yang bercita-cita banyak yang tidak berani bercita-cita pun banyak yang tidak berani. Oleh karena itu kongres kali ini, menurut saya yang pertama itu harus disiapkan adalah bagaimana perspektif para guru di lingkungan ini punya percaya diri menyiapkan putra-putri siswa-siswi santri untuk berani bercita-cita terbaik yang dia bisa capai.  Beberapa minggu yang lalu ada apresiasi untuk Jawa Timur, perpustakaan yang pernah istrasi di Indonesia terbanyak adalah perpustakaan Jawa Timur. Terbanyak ketika diberikan penghargaan, saya sampaikan kalau perpustakaan diantar registrasi ini terbanyak harusnya yang di Jawa Timur juga terbanyak. 

Kalau Pergunu tidak semata-mata academic achievement. Proses-proses peningkatan kualitas SDM, InsyaAllah akan berseiring dengan proses kecintaan terhadap NKRI,” jelas Khofifah. 

Baca Juga :  Polresta Mojokerto Edukasi Tertib Berlalu Lintas Dan Prokes

“Pola ini yang sebenarnya dibutuhkan oleh Indonesia bagaimana academic achievement bisa dicapai, tapi bahwa cinta NKRI, cinta Indonesia, itu menjadi satu kesatuan di proses capaian akademik itu,” sambungnya. 

Oleh sebab itu, proses pencapaian academic achievement untuk para murid ini dibutuhkan peran guru NU yang hadir untuk mewujudkannya. Guru NU juga memegang peranan penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 

“Peran guru ini sangat penting untuk memastikan proses pembelajaran di setiap unit pendidikan berjalan secara kualitatif. saya rasa ini bagian yang sangat penting,” pungkas Khofifah.

Sedangkan, Ketua Pengurus Besar (PB) Pergunu Republik Indonesia, Asep Saifuddin Chalim  mengatakan bahwa Kongres III Pergunu ini menjadi momentum penting bagaimana peran serta guru NU untuk Indonesia. 

Secara keorganisasian, Pergunu telah memiliki 514 Cabang dan 11 ribu PAC yang tersebar di seluruh Indonesia. Momentum Kongres ini menjadi pengingat akan pentingnya cita-cita Pergunu. Yakni mewujudkan Maju, Adil, dan Makmur. 

Tokoh ulama yang akrab disapa Kyai Asep ini menambahkan bahwa untuk mewujudkan cita-cita itu dibutuhkan 4 pilar dan 4 akses. 

4 akses tersebut adalah akses intelektual, akses jaringan, akses sosial, dan akses finansial. Hal tersebut bisa diwujudkan dengan berbagai proses-proses yang diwujudkan. 

Baca Juga :  Polisi Berhasil Bongkar Jaringan Pemalsu Beras Bulog Jadi Kemasan Premium di Malang

“Terdapat 2 rekomendasi penting yang harus dibahas. Pertama adalah tentang undang-undang sisdiknas,” ungkap Kyai Asep dalam sambutan pembukaan Kongres III Pergunu. 

Hal kedua yang penting dibahas menjadi pokok rekomendasi adalah ketegasan sikap mengenai Lesbians, Gay, Bisexual, dan Transeksual (LGBT). Bahwa penting ketegasan sikap dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait hal ini. 

“Wakil Ketua Umum PBNU, Kyai Iskandar berbicara terkait LGBT. Bahwa sapi lebih lebih mulia daripada para pelaku-pelaku LGBT. Kenapa? Sapi tidak ada yang LGBT,” ungkapnya disambut tawa para audiens. 

Kyai Asep menekankan pentingnya ketegasan PBNU terkait LGBT. Bahwa Pergunu siap bersikap tegas seandainya PBNU tidak. 

“Oleh karena ini, PBNU mesti bersikap tegas. Tapi seandainya tidak ya, maka pergunu yang akan bersikap tegas,” pungkasnya.(KAR)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *