banner 728x250

Rapat Gelap Digelar Oleh Oknum Yang Ngaku Pengurus KPRI Budi Arta, Adalah Upaya Kudeta Ketua Legal

banner 120x600
banner 468x60

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM- Rencana rapat yang digelar oleh sejumlah oknum yang mengaku sebagai pengurus KPRI Budi Arta akan kembali menggelar pertemuan ilegal pada hari Jumat 17 Juni 2022 untuk membahas rapat luar biasa yang akan di laksanakan pada tanggal 28 Juni 2022. dengan mengundang sejumlah anggota di beberapa wilayah di kecamatan, dinilai oleh PH H.Malikan ketua KPRI Budi Arta yang sah, adalah rapat ilegal karena tanpa sepengetahuan dari Ketua yang Sah.

Alex Askohar, SH, bersama tim, Kuasa Hukum dari H.Malikan Ketua KPRI Budi Arta mengatakan, Besok (Hari ini Red) Oknum yang mengaku sebagai Ketua II KPRI Budi Arta besok akan mengadakan rapat di gedung Aula Dinas Pendidikan kabupaten Mojokerto dengan mengundang anggota KPRI Budi Artha dengan agenda rapat persiapan rapat luar biasa yang akan digelar pada tanggal 28 juni nanti.

banner 325x300

“Dia mengklaim sebagai ketua 2 KPRI Budi Artha untuk mengajak anggota rapat.rapat tersebut ilegal karena rapat tersebut tanpa sepengetahuan dari Ketua yang sah,” katanya kepada wartawan. Kamis (16/6/2022).

Baca Juga :  Gus Barra Spresiasi Acara Haul Jam'ul Jawami' & Isro' Mi'roj Dusun Tlasih

Alex menduga, jika apa yang dilakukan oleh oknum yang nyaru sebagai Ketua II ini bertujuan untuk melengserkan ketua sah KPRI Budi Artha yang saat ini dijabat oleh Maslikan agar dirinya leluasa untuk menduduki sebagai Ketua, padahal dirinya bukan anggota dari KPRI Budi Arta. Pasalnya dalam rapat luar biasa ini, Namun lucunya dalam gerakan ilegal ini, oknum dan kawan-kawan meminta pendanaan dari Maslikan.

“Lucunya dalam rapat ilegal ini, meminta dana kepada Bapak Maslikan, selaku Ketua KPRI Budi Arta” tuturnya.

Baca Juga :  Yayasan Ummul Mukminin Sukses Gelar LDKS Selama 2 hari Di Claket Mojokerto

Permintaan dana tersebut, lanjut Alex menjelaskan, tertuang dalam surat yang ditujukan kepada Malikan selaku Ketua 1 KPRI Budi Artha. Dalam surat tersebut ditandatangani oleh Oknum yang mengatasnamakan ketua 2 KPRI Budi Artha dan juga sudah terbubuhi stempel Budhi Artha.

Alex menyebut, jika Oknum tersebut telah mengambil stempel dan dokumen penting koperasi Budhi Artha tanpa sepengetahuan ketua yang sah. Terkait hal itu, kuasa hukum dari Ketua KPRI telah melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.

“Terkait stempel sekarang sudah diproses pihak kepolisian. Kemarin sudah dipanggil untuk pemeriksaan,” ujar Alex.

Dan disini kuasa hukum juga menerangkan. terkait Yayuk sebagai Kasir di KPRI Budi Arta, bahwa, bu Yayuk diangkat sebagai kasir di angkat oleh Ketua yang dulu Bambang Kris

Baca Juga :  Bapak Disabilitas, Kado Spesial untuk Kapolresta Malang Kota di HUT RI ke -77

“jadi kami jelaskan bahwa, bu Yayuk di angkat sebagai kasir jauh sebelum pak Malikan sebagai Ketua KPRI Budi Arta” pungkas Alexs Askohar yang didampingi timnya Maulidin S.H. (Kar)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *