banner 728x250

Banjir Masih Jadi Momok, Warga Wadul Anggota Dewan

banner 120x600
banner 468x60

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Tampaknya banjir masih menjadi momok yang menakutkan bagi warga kota Mojokerto. Pasalnya, meski sudah dilakukan perbaikan dan pengerukan pada sejumlah saluran namun di saat musim hujan banjir masih saja melanda permukiman warga.

Ketakutan warga tersebut disampaikan saat menghadiri reses yang digelar Anggota DPRD Kota Mojokerto dari PKS Agung Sucipto S.Or di Kauman Gang 5, Jumat (8/7/2022). Masa reses kali ini merupakan reses ke 2 DPRD Kota Mojokerto Tahun 2022.

banner 325x300

“Masalah saluran dan banjir merupakan masalah lama. Kalau musim penghujan, air menggenangi jalan sampai masuk ke rumah warga. Ini yang masih perlu perhatian untuk dicarikan solusinya. Meski tidak mengatasi 100%, minimal banjir tidak masuk rumah warga,” ujar Zaky, Ketua RT 5 lingkungan Kauman.

Baca Juga :  Polresta Mojokerto Kenalkan Aplikasi ILMU SEMERU dan Kembalikan 4 Ranmor Korban

Beberapa waktu yang lalu memang sudah dilaksanakan pengerukan saluran namun mungkin kurang maksimal. “Waktu itu yang di ujung sebelah timur yang dikeruk. Tapi mungkin kurang maksimal karena salurannya masuk sampai ke alun-alun. Mungkin itu yang perlu dikeruk,” katanya.

Menurutnya, pengerukan saluran harus dilakukan secara menyeluruh, sehingga tidak ada lagi sampah maupun lumpur yang menghambat aliran air. “Kalau yang di Kauman sini dikeruk tapi yang di timur tidak dikeruk, ya percuma saja,” tandasnya.

Baca Juga :  Hadiri Musrenbang Kecamatan Ngoro, Bupati Mojokerto Minta Perencanaan Pembangunan Skala Prioritas

Beberapa kali juga sudah mengusulkan pengadaan pompa air. “Pompa air sangat dibutuhkan untuk menyebut air jika sewaktu-waktu banjir. Mungkin itu untuk mengatasi banjir,” harapnya.

Menanggapi aspirasi warga terkait banjir, Agung Sucipto mempersilakan jika warga menginginkan pengerukan saluran. “Tinggal membuat proposal, nanti saya kawal. Kalau sudah turun, tinggal menunggu jadwal dari PU,” imbuhnya.

Sedangkan soal pompa air, tahun ini anggarannya sudah turun. Hanya saja terjadi perdebatan terkait merek dan harga pompa. “Pihak kelurahan juga masih mempertanyakan, siapa yang merawat dan bahan bakarnya dari mana. Monggo nanti dirembuk dengan pihak kelurahan,” katanya.(Yus)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *