banner 728x250

Menteri Agama,LBH Ansor, Gus Barra dan HMN Mengutuk Penganiayaan Terhadap David

banner 120x600
banner 468x60

(Dari kiri): Abdul Qodir Ketua LBH Ansor Pusat, Muhammad Al Barra Ketua DPC Ansor Mojokerto, Yaqut Cholil Qoumas Menteri Agama, Angga Suprasetia HMN

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Beredar video di media sosial yang disebut-sebut sebagai peristiwa penganiayaan Cristalino David Ozora. Gerakan Pemuda (GP) sebagai tim kuasa hukum David mengecam beredarnya video tersebut.

banner 325x300

“LBH Ansor menilai perbuatan merekam dan menyebarkan video peristiwa kekerasan, apalagi yang korbannya adalah anak di bawah umur, adalah perbuatan keji yang bertentangan dengan norma yang hidup dalam masyarakat dan merupakan kejahatan yang diancam pidana,” kata Ketua LBH Ansor, Abdul Qodir dalam keterangan tertulis, Kamis (23/2).

Dalam video yang beredar terlihat detik-detik pria yang diduga David dianiaya. Posisi korban sudah tergeletak dengan posisi telungkup ke aspal jalan. Namun, korban terlihat masih cukup kuat menahan badannya.

Selanjutnya, pelaku menendang korban di bagian sekitar rahang hingga membuat korba tersungkur. Aksi pelaku semakin membabi buta dengan cara menginjak kepada belakang korban sebanyak dua kali, lalu ditendang lagi di bagian kepala dari samping. Tampak dalam posisi ini korban sudah tergelatak tak berdaya.

Sebelumnya, viral di media sosial Twitter informasi tentang penganiayaan dan penculikan terhadap anak di bawah umur bernama David. Korban dikabarkan sampai koma usai dianiaya oleh pria berinisial MDS yang berstatus sebagai anak seorang pejabat eselon II di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.

Baca Juga :  Polisi Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Besi di Pabrik Gula, Hanya Waktu Tiga Jam

Berdasarkan kabar yang beredar di media sosial, peristiwa bermula saat korban tengah bermain di rumah temannya pada 20 Februari 2023. Lalu mantan pacar David menghubungi, menanyakan lokasi korban dengan maksud hendak mengembalikan kartu pelajar.
David kemudian membagikan lokasi terkini. Lalu datang satu unit Jeep Rubicon warna hitam dengan plat nomor palsu. David langsung dibawa ke gang sepi. Di situ korban dipukul oleh MDS dan rekannya sampai terkapar.

Korban dilaporkan mengalami luka serius di area kepala. Korban pun dilarikan ke Rumah Sakit Medika, dan kini dalam kondisi koma di ruang ICU. Pihak orang tua korban selanjutnya melaporkan kasus ini ke Polsek Pesanggrahan.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo melalui akun Twitter resminya mengaku akan mendalami informasi pelaku penganiayaan adalah salah satu anak dari pejabat eselon II Kemenkeu. Kementerian menghormati sepenuhnya proses hukum yang berjalan.

“Tentu hal tersebut menjadi perhatian dan bahan pendalaman. Mengingat ini kasus pribadi, kami berupaya membedakan dengan institusi. Komitmen Kemenkeu jelas, senantiasa menjaga integritas dan profesionalitas,” kata Prastowo.

Sebagai informasi Cristalino David Ozora merupakan kerabat dekat dari Menag Yaqut Cholil Qoumas. Menag Yaqut Cholil Qoumas yang juga Ketua Umum PP GP Ansor, turut prihatin pada musibah yang menimpa kadernya.

Dalam unggahannya di Instagram, Kamis (23/2/2023), Yaqut menegaskan anak kader GP Ansor juga merupakan anaknya. “Anak kader, anakku juga. Catat ini!” tulisnya. Pernyataan Yaqut ini menandakan seolah siapapun yang berurusan dengan keluarga kader GP Ansor, maka akan berurusan dengan dirinya.

Baca Juga :  Walikota Mojokerto Bagikan Smart TV 32 inch di 18 Kelurahan se-Kota Mojokerto

Kemarahan keluarga besar GP Ansor juga sampai ke Mojokerto. Ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto, Muhammad Al Barra mengecam tindakan kekerasan sampai David harus koma di RS Mayapada. 

“Saya mewakili teman-teman Ansor kabupaten mengecam tindak yg dilakukan oleh mereka yg melakukan pengeroyokan terhadap anak dari kader banser hingga koma,” tegas Gus Barra, Jumat (24/2/2023).

Menurut Gus Barra semua tindak kekerasan layak dikecam. Terlepas dia kader Ansor, Banser maupun bukan. “Bukan hanya sesama kader tapi semua tindakan kekerasan harus kita kecam. Apalagi sesama kader,” tegasnya.

Gus Barra mengaku terpantik ketika melihat potongan video penganiayaan yang menimpa David. Gus Barra sampai tidak tega melihat video berdurasi 56 detik yang mempertontonkan bagaimana kejamnya pelaku menghajar David hingga terkapar. “Yang dikeroyok adalah anak 17 tahun dan infonya ada 3-4 pelaku pengeroyokan yang mana sudahbekerjasama dengan pacar pelaku,” terangnya.

Gus Barra berharap pelaku dapat dihukum setimpal dengan perbuatannya. Kalau bisa yang terberat sesuai pasal yang berlaku, yakni 2 tahun 8 bulan pidana penjara. “Harus dihukum setimpal dengan perbuatannya,” terangnya.
Di sisi lain Kepala Bidang Hukum, Advokasi & HAM DPP Harimau Mojokerto Nusantara atau kerap disebut HMN juga menanggapi prilaku tidak manusiawi yang dialami oleh david.

Baca Juga :  Solar langka di Mojokerto, Kapolres Sidak Langsung ke Beberapa SPBU

“Ini bukan hanya permasalahan antara GP Ansor dengan Mario, ini adalah masalah kemanusiaan, masalah kita bersama. Saya mewakili seluruh anggota HMN mengutuk penganiayaan yang dialami oleh adik kami David. Kita harus persempit niat terjadinya penganiayaan agar jangan sampai hal serupa terjadi lagi. Kita harus buat orang berpikir berkali-kali jika akan melakukan penganiayaan” ujar Angga Suprasetia, S.H.

“Ini adalah persoalan persepsi keliru tentang dominasi dan determinasi akses keadilan. Bagi masyarakat miskin hukum tajam ke bawah, bagi orang kaya yang berperkara ya memang seperti itu adanya, makanya hal ini terjadi. Ini yang harus kita ubah, dengan respon yang tanggap dari APH dan Layanan bantuan hukum gratis. Sebisa mungkin masyarakat kecil harus merasa dekat dengan akses keadilan dan setiap orang akan lebih berhati-hati pada harkat dan martabat orang lain” pungkasnya. (Kar)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *