banner 728x250

Menentang Aktifitas Galian C Ilegal di Kec.Jetis, DPD LIRA Mojokerto Raya Audensi Dengan Dewan

banner 120x600
banner 468x60

MOJOKERTO, JURNALDETIK.COM– Setelah mengelar aksi Demo di depan kantor bupati Mojokerto yang menuntut Galian C di desa Bendung, kec. Jetis, kab. Mojokerto di tutup.

DPD LIRA Mojokerto Raya yang dipimpin bupati LIRA Mohammad Arif. kembali menyampaikan Aspirasinya, kali ini Aspirasinya disalurkan ke DPRD di gedung dewan kabupaten Mojokerto. Jumat ( 28/7/2023 )

banner 325x300

Dalam Audensi tersebut, Jajaran LIRA Mojokerto raya dengan perwakilan warga Bendung ditemui Ketua Komisi lll Pitung Haryono, Wakil Ketua Komisi l Rindawati bersama Madrai, Rokim anggota dewan komisi l DPRD kabupaten Mojokerto.

Mohammad Arif bupati LIRA Mojokerto Raya menyampaikan, bahwa LIRA Mojokerto Raya mendapat pengaduan dari warga Bendung yang merasa resah dengan adanya Galian C yang beroperasi tidak hanya siang tapi juga saat malam hari juga beraktivitas.

Baca Juga :  Tindaklanjuti Instruksi Presiden Jokowi, Kapolri: Seluruh Personel Tanamkan Nilai Tribrata dan Catur Prasetya

“Aktivitas Galian di malam hari itu, yang membuat warga Bedung resah” jelas bupati LIRA

Sebetulnya, LIRA sudah melakukan pendekatan ke pengusaha secara baik-baik. Namun, terkesan pengusaha tak merespons, sehingga kami kemarin melakukan aksi damai di depan kantor bupati Mojokerto,” lanjut bupati LIRA

Hal senada juga di sampaikan Herianto, Sekda LIRA Mojokerto Raya mengungkapkan, bahwa Galian C di desa Bendung tersebut sangat merusak lingkungan dan mengakibatkan banjir, sebenarnya warga juga ngak melarang adanya Galian C tersebut asal ada ijinnya.

Baca Juga :  Jaga Stamina, Personel Polres Mojokerto Laksanakan Olahraga Pagi Dengan Beladiri Polri

“Kalau tidak ijinnya kami minta untuk tidak beraktivitas, sampai ijinnya keluar,” kata Herianto

Selain itu, warga juga berharap pemilik pertambangan juga harus memberi kompensasi seperti dalam kesepakatan awal, karena saat ini pemilik tambang hanya memberi Rp 100 ribu, dari kesepakatan awal Rp 300 ribu.” Ungkap Herianto
 
Dalam kesempatan itu, Rindawati wakil ketua komisi l DPRD kabupaten Mojokerto, hasil petemuan tadi kami merekomendasi untuk mendatangi lokasi minggu depan.

“Kami minggu depan akan datang ke lokasi tambang untuk melihat masalahnya seperti apa, dan kami akan memediasikan apa yang menjadi tuntutan warga” kata politisi Nasdem tersebut. (Kar)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *