banner 728x250

Tinjau Tiga Pasar di Mojokerto, Pj Wali Kota Mojokerto Pastikan Harga Bahan Pokok Masih Stabil

banner 120x600
banner 468x60

KOTA MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM)
Pj Wali kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro memimpin langsung peninjauan harga bahan pokok di tiga pasar tradisional dan modern di Kota Mojokerto, Rabu (20/12) pagi. Tiga titik pasar tersebut adalah Pasar Prajuritkulon, Pasar Tanjung Anyar dan Sanrio swalayan Mojokerto.

Peninjauan harga bahan pokok di tiga titik ini merupakan upaya nyata yang dilakukan Pemkot Mojokerto dalam mengantisipasi melambungnya harga sejumlah bahan pokok (bapok) jelang Natal dan tahun baru (Nataru).

banner 325x300

Usai sidak, Pj Wali kota Ali Kuncoro menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Diskopukmperindag untuk melakukan pemantauan langsung pergerakan sejumlah harga bahan pokok.

Baca Juga :  Terbukti Bersalah, Randy Oknum Polisi Penyebab Sang Pacar Bunuh Diri Dicopot Dari Anggota Polri

“Indeks perubahan harga di kota Mojokerto per hari ini hanya sebesar 1,83 persen. Rata-rata masih stabil, baik itu beras atau kebutuhan pokok lainnya” ujarnya.

Namun tidak dipungkiri, terdapat sejumlah bahan pangan yang mengalami lonjakan harga. Seperti cabai rawit merah berada pada kisaran Rp 70 ribu-Rp 75 ribu per kilogram (kg). Kenaikan pada komoditas tersebut tidak hanya di Kota Mojokerto, melainkan juga hampir di seluruh daerah. Sehingga ini juga menjadi atensi Mendagri.

Baca Juga :  Wakapolda Jatim Sambut Peserta PKDN Sespimti Polri Dikreg ke-32 TA 2023 di Jawa Timur

“Tapi insyaAllah dalam waktu dekat akan terjadi penurunan secara signifikan. Karena sebentar lagi akan ada panen raya di daerah-daerah penghasil cabai,” terang sosok yang akrab disapa Mas Pj ini.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melalui juga telah melakukan sejumlah upaya. Misalnya melalui RPK (Rumah Pangan Kita) dan Pracangan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah), berkolaborasi dengan Bulog dan LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat).

“Kita targetnya sampai Februari akan ada 25 titik. Saat ini sudah ada 5 yang beroperasi. Kita harapkan ketika ada kenaikan, kita bisa mengintervensi lewat Pracangan TPID,” pungkas mas Pj.(KAR)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *