MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM- Ketua DPRD kota Mojokerto Sunarto bersama Ketua Komisi ll Agus Wahjudi Utomo bersama anggota Moeljadi,S.H, dan Wahju Nur Hidayat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dua proyek rehabilitasi trotoar dan proyek strategis nasional Taman Tahari Majapahit (TBM) pada Rabu (3/1/2024)
Dititik pertama, di proyek rehabilitasi jalan Gajah Mada dengan nilai Rp 4,2 miliar, para wakil rakyat itu menemukan sejumlah pemasangan paving yang tidak rapi, dan terkesan pekerjaannya asal-asalan dan sangat membahayakan pejalan kaki terutama bagi tuna netra.
Sedang di titik kedua, proyek revitalisasi jalur khusus pejalan kaki di ruas Jalan Taman Siswa senilai Rp 2,5 miliar, rombongan DPRD kota Mojokerto, menemukan di depan SDN Purwo Tengah, trotoar lebih tinggi dari halaman sekolah, sehingga dikuatirkan aliran akan mengenangi halaman SDN Purwo Tengah
Dilokasi ketiga, di Taman Bahari Majapahit (TBM) di area jembatan Blooto, Dewan menilai proyek strategis nasional dengan nilai Rp 15,7 miliar tersebut tidak sesuai dengan Juknis, diantaranya pemasangan paving yang tidak rata sehingga saat hujan menimbulkan genangan
Kepada awak Media, Ketua DPRD Kota Mojokerto, Sunarto mengatakan, bahwa dalam waktu dekat akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan OPD terkait
“Kami dalam waktu dekat akan menggelar RPD dengan dinas terkait” kata Sunarto
Ketua Dewan juga menambahkan, pekerjaan proyek trotoar Gajah Mada molor karena dalam proyek tersebut ada motif dan membutuhkan tukang khusus
“Tapi kenyataanya hasil kita sidak tadi banyak pemasangan yang tak sesuai, kalau di depan kantor Pemkot sampai SMP itu memang ada motif, tapi perempatan Sekar putih ke Utara banyak yang tidak rapi” ungkap Sunarto.(kar)
















