banner 728x250
Berita  

Diduga Mark Up Anggaran Pengadaan Mesin Pengering, Empat Perangkat Desa Kedunglengkong Diadukan ke Polres Mojokerto

banner 120x600
banner 468x60

 

MOJOKERTO, JURNALDETIK.COM- Disinyalir melakukan Mark Up Anggaran pengadaan mesin pengering box dryer pada tahun 2022 lalu, Empat Perangkat Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Dilaporkan warganya ke Polres kabupaten Mojokerto. Selasa (11/6/2024)

banner 325x300

Selain melaporkan Empat perangkat desa, warga juga melaporkan tiga orang dari penyedia barang mesin pengering box dryer tersebut, yakni dari CV. Raja Pengering

Dumas tersebut diantar langsung oleh puluhan warga yang di koordinatori oleh Hari Purwanto, S.T, S.H tokoh masyarakat desa Kedunglengkong yang juga aktivis pengiat anti korupsi di Mojokerto

Baca Juga :  Polres Pacitan Dukung Upaya Pemerintah Menuju Net Zero Emission 2050

Kepada puluhan awak Media, Hadi Purwanto mengatakan, pada tahun 2022 Pemdes Kedunglengkong menganggarkan Rp 100 juta untuk pengadaan mesin pengadaan mesin pengering box dryer kapasitas 3 ton tipe gas LPG dan pembuatan pangan lestari senilai Rp 17,8 juta.

“Pengadaan mesin pengering padi tertuang dalam surat perintah kerja Nomor : 2043/SPK/BD3T/II/2023 tanggal 20 Juli 2022 antara Kepala Desa Kedunglengkong Almarhum Darman, S.H. dengan CV. Raja Pengering.” Kata Hadi

Dan dirinya, mencurigai adanya pengelembungan harga dalam pengadaan mesin tersebut.

“Fakta yang kami temukan, harga mesin pengering box dryer kapasitas 3 ton tipe gas LPG adalah Rp 69 juta, tidak seharga Rp 100 juta,” tegas Hadi Purwanto,

Baca Juga :  Polres Mojokerto Kota Rayakan Hari Bhayangkara ke-78, Dengarkan Curhat dan Bagi Bansos

Hadi juga menyampaikan, bahwa pemasalahan di desa Kedunglengkong tidak hanya dilaporkan di Polres saja, Minggu depan ia dan warga Desa Kedunglengkong juga akan melaporkan kasus Pemerintah Desa Kedunglengkong ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto.

“Total ada 15 temuan kami yang bakal kami laporkan setiap Minggunya. Kami berharap permasalahan ini mendapatkan atensi Kapolri, Kapolda Jatim, dan Kapolres Mojokerto. Dan semoga kejadian ini bisa menginspirasi warga di Kabupaten Mojokerto agar berani melaporkan Pemerintah Desa,” ujar Hadi Purwanto. (Kar)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *