Berita  

BKKBN Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Percepatan Penurunan Stunting diseluruh Jawa Tengah

SEMARANG, JURNALDETIK.COM-Tak Kenal Lelah, BKKBN bersama mitra kerja terus gencar sosialisasikan percepatan penurunan stunting di seluruh Jawa Tengah.

Kali ini, BKKBN menggelar Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana bersama mitra di MG Setos Semarang, Rabu siang 29 Oktober 2024.

Selain diikuti ratusan peserta, sosialisasi itu juga menghadirkan para narasumber, yaitu Petrus Bayu Kusuma Anggota DPRD Jawa Tengah, M Djamiul Ma’ruf Sos MAP Widyaiswara Ahli Madya BKKBN Pusat, Iwan Dwi Antono SPd MSc Ketua Tim Pelaporan dan Statistik Perwakilan BKKBN Jawa Tengah.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB. Selanjutnya, ucapan selamat datang disampaikan oleh Ibnu Andika selaku tuan rumah. Ia berharap, kegiatan sosialisasi penurunan stunting ini, dapat memberikan pemahaman bagi para peserta sosialisasi dalam ikut membantu pemerintah, untuk mempercepat penurunan stunting.”Kami ucapkan terima kasih atas semua kehadiran bapak dan ibu semua ditempat kami. Semoga, sosialisasi ini dapat berdampak bagi daerah kami. Masyarakat lebih mengerti cara penanganan stunting,” kata Ibnu Andika.

Selanjutnya, para narasumber secara bergantian memberikan pemaparan tentang penanganan penurunan percepatan stunting kepada ratusan peserta sosialisasi. Salah satunya, yang dijelaskan oleh Petrus Bayu Kusuma Anggota DPRD Jawa Tengah, bahwa betapa pentingnya upaya maksimal dalam pencegahan stunting ditengah tengah masyarakat. Sebab, stunting telah menjadi masalah nasional yang menjadi perhatian pemerintah secara penuh.

“Kami, memberikan apresiasi penuh kepada Pemerintah melalui BKKBN, terus gencar melakukan sosialisasi di seluruh indonesia, termasuk di Jawa Tengah ini. Kami berupaya maksimal mendukung aktif, target pada tahun 2024 angka stunting bisa turun menjadi 14%. Berbagai kebijakan dan program sudah dilakukan untuk mencapai target tersebut. Dengan telah dikeluarkannya Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Akselerasi Percepatan Penurunan Stunting tentang penugasan kepada BKKBN sebagai pelaksana tugas percepatan penurunan stunting,” jelasnya.

Sementara itu, M Djamiul Ma’ruf Sos MAP Widyaiswara Ahli Madya BKKBN Pusat menerangkan, upaya penanganan stunting dapat dilakukan secara hilir, yakni dengan mencari dan menemukan anak stunting untuk diintervensi lewat makanan bergizi. Hal itu, untuk melakukan pencegahan stunting dari hulu, yakni dilakukan sejak bayi masih berada di dalam kandungan.
“Diantaranya, stunting bisa dicegah saat bayi masih di kandungan. Akan lebih baik, bila pemeriksaan ibu hamil dilakukan secara rutin. Namun demikian, tim pendamping keluarga mempunyai peranan sangat strategis dalam berbagai program, termasuk penurunan stunting. Tim pendamping keluarga ini salah satunya dari PKK,” terangnya.

Acara sosialisasi, juga diisi sesi dialog maupun tanya jawab. Usia kegiatan, dilakukan pengundian doorprize. Kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar dan kondusif. (Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *