MOJOKERTO, JURNALDETIK.COM– Panglima Harimau Mojokerto Nusantara (HMN) Mengapresiasi atas Penangkapan 4 pelaku kasus jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto oleh tim KOREM 082/ CPYJ pada Rabu malam, ia berharap pihak penyidik melakukan pengembangan dan mengusut tuntas agar tak terulang lagi.
Endik Sugianto Panglima HMN menyampaikan, bahwa kejadian itu bentuk pelajaran bagi Masyarakat Mojokerto agar tidak mudah percaya pada orang-orang yang mengaku sebagai utusan dari Gus Barra maupun Romo Yai Asep Syaifuddin
“Saya berharap kasus ini di usut tuntas dan juga pengembangan agar bisa terbongkar dalangnya” kata Panglima HMN pada Kamis (27/2/2025)
Sebagai panglima tertinggi HMN, Endik Sugianto menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi benteng terdepan dalam menjaga cita-cita luhur Keluarga Besar Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim. Ia berkomitmen untuk memastikan bahwa Mojokerto menjadi miniatur NKRI—sebuah daerah yang maju, adil, dan makmur serta menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera.
“Kami mengemban tugas mulia untuk mengawal perubahan dan menegakkan keadilan. Jangan pernah mencoba menjatuhkan, menodai, atau menghambat perjuangan kami dalam mewujudkan Mojokerto yang lebih baik,” tegas Endik Sugianto.
Dalam pernyataannya, HMN juga menghimbau kepada para penyelenggara pemerintahan, ASN, serta lembaga-lembaga terkait agar berani bangkit dan mengawali perubahan. Mereka diajak meninggalkan kebiasaan buruk masa lalu serta bekerja secara profesional sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi).
“Saatnya semua pihak bekerja dengan penuh tanggung jawab, berbagi rasa senang, dan terbebas dari belenggu penguasa otoriter yang tidak berperikemanusiaan. Bersama kepemimpinan Bupati saat ini, inilah momentum era kebangkitan kebajikan menuju Mojokerto yang benar-benar maju, adil, dan makmur,” tambahnya.
HMN mengingatkan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap siapa pun yang berusaha mencemarkan atau menjatuhkan kehormatan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, khususnya Romo Kyai, Bupati, dan Wakil Bupati.
“Jangan pernah coba-coba melakukan tindakan di luar kewenangan yang dapat mencemarkan dan menjatuhkan harkat, martabat, serta kewibawaan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Kami akan berdiri tegak menghadapinya,” pungkas Endik Sugianto.(Kar)
















