MOJOKERTO, JURNALDETIK.COM – Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 di Malang Raya resmi berakhir. Kontingen Kabupaten Mojokerto berhasil menempati posisi ke-12 dari total 38 kabupaten/kota peserta se-Jatim, dengan perolehan total 93 medali, terdiri dari 18 emas, 30 perak, dan 45 perunggu. Jumlah tersebut mengantarkan Mojokerto meraih total poin 177.
Anggota Bidang Humas KONI Kabupaten Mojokerto, M. Toyib, SH, mengungkapkan bahwa hasil ini mendekati target yang telah dicanangkan, yakni menembus 10 besar.
“Meski belum mencapai target 10 besar, tapi capaian kali ini menunjukkan progres positif. Kita berhasil menambah 2 medali emas dibandingkan Porprov XIII sebelumnya yang hanya meraih 16 emas,” ujarnya, Minggu (6/7/2025).
Menurutnya, semangat juang para atlet patut diapresiasi, terlebih di tengah ketatnya persaingan dan peningkatan performa kontingen lain. Ia juga menyebut bahwa perolehan poin dan medali menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di Kabupaten Mojokerto terus berkembang.
“Terima kasih untuk seluruh atlet, pelatih, dan official yang telah berjuang. Ini bukan akhir, tetapi fondasi kuat untuk lebih baik di ajang mendatang,” tambah Toyib.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Mojokerto, Imam Suyono, turut memberikan apresiasi atas pencapaian kontingen di Porprov tahun ini. Ia menyampaikan bahwa meskipun kepengurusan KONI saat ini baru dilantik pada 21 April 2025 dengan waktu persiapan yang sangat singkat, yakni hanya empat bulan, namun hasil yang diraih sudah menunjukkan peningkatan signifikan.
“Walaupun KONI Kabupaten Mojokerto adalah pengurus baru dengan waktu persiapan hanya empat bulan, alhamdulillah prestasi kita sudah meningkat dibanding Porprov VIII tahun 2023 saat menjadi tuan rumah. Ini capaian luar biasa dan menjadi motivasi untuk kami terus berbenah. Semoga di Porprov ke-X di Surabaya nanti, prestasi Kabupaten Mojokerto bisa jauh lebih baik lagi,” ujar Imam Suyono.
Porprov IX Jatim tahun ini digelar di Malang Raya dan diikuti ribuan atlet dari seluruh daerah di Jawa Timur. Ajang dua tahunan ini menjadi tolok ukur kekuatan olahraga daerah serta pencarian bibit atlet potensial menuju tingkat nasional. (Kar)
















