JAKARTA, JurnalDetik.com– Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui BKKBN bersama Komisi IX DPR RI kembali menggelar Sosialisasi Program Bangga Kencana di Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini berlangsung di Masjid As Sa’adah, Kelurahan Grogol, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu pagi (5/7/2025), dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Hadir sebagai pembicara utama, Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si, menyampaikan bahwa Program Bangga Kencana bukan sekadar agenda sosialisasi, melainkan gerakan kolektif yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Kegiatan ini adalah langkah nyata memperkuat pondasi bangsa, dimulai dari keluarga. Kita jadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat literasi keluarga yang hidup dan relevan,” tegas Kurniasih
Ia menambahkan bahwa Indonesia Emas 2045 hanya bisa dicapai bila negara ini memiliki generasi unggul yang dilahirkan dari keluarga yang kuat, sehat, dan cerdas. Oleh karena itu, ia mendorong penerapan strategi quick wins, regulasi pro-keluarga, dan transformasi digital dalam penyebaran informasi program.
“Digitalisasi, transparansi, dan partisipasi publik adalah kunci keberhasilan. Sinergi lintas sektor menjadi fondasi penting,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan, Drs. Darwoto, M.Si., menyambut baik strategi quick wins sebagai langkah mempercepat keberhasilan program. Ia menyoroti pentingnya pemanfaatan masjid dan pendekatan yang membumi sesuai karakter masyarakat Jakarta.
“PPAPP berkomitmen membawa manfaat program hingga ke akar rumput, dengan pendekatan gotong royong dan teknologi,” jelasnya.
Senada dengan itu, Nurdini Wahyuningsih dari Dinas PPAPP DKI Jakarta menegaskan bahwa keberhasilan program tak cukup berhenti di regulasi.
“Kami ingin membangun keluarga tangguh di tengah hiruk pikuk kota megapolitan. Itu hanya bisa terjadi dengan penguatan sinergi lintas sektor dan pendekatan yang sesuai dengan kultur masyarakat,” katanya.
Program Bangga Kencana kini tidak lagi hanya berbicara tentang angka kependudukan. Melalui pendekatan berbasis komunitas, peran masjid, serta strategi komunikasi digital, program ini menjadi bagian penting dalam membangun Indonesia yang kuat dari fondasi keluarga.

















