Berita  

Dari Toko Bangunan ke Bisnis Katering, UMKM Mojokerto Makin Berkembang dengan Dukungan BRI Pandanarum

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Ketahanan dan semangat pelaku UMKM di Mojokerto kian menunjukkan daya juang luar biasa. Salah satunya terlihat dari sosok Masudhatul, pemilik Toko Bangunan Pribumi Jaya di Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet, yang kini sukses melakukan ekspansi usaha ke bidang kuliner.

Selama lebih dari 30 tahun, perempuan yang akrab disapa Uud ini dikenal sebagai pengusaha toko material bangunan yang terpercaya. Tokonya tidak hanya melayani kebutuhan warga lokal, tapi juga menjadi langganan berbagai proyek konstruksi di luar kawasan Pacet berkat konsistensinya menjaga kualitas produk dan pelayanan.

“Selama puluhan tahun, saya berusaha menjaga kepercayaan pelanggan. Barang harus selalu tersedia dan mutu tetap terjaga, agar pelanggan merasa puas dan kembali,” ujar Uud saat ditemui di tokonya, Rabu (9/7).

Di tengah tantangan ekonomi nasional, Uud tak hanya berhasil menjaga stabilitas usahanya, tapi juga mengambil langkah berani dengan mendirikan D’Moro Catering, layanan jasa boga yang menyasar kebutuhan konsumsi berbagai acara sosial, instansi, dan masyarakat umum.

Untuk mendukung pengembangan lini usaha barunya, Uud mengakses fasilitas pembiayaan dari BRI Unit Pandanarum Pacet. Dana sebesar Rp50 juta berhasil dicairkan dalam waktu kurang dari dua hari setelah pengajuan.

“Saya bersyukur proses pengajuannya cepat. Modal ini sangat membantu untuk menambah peralatan dan bahan baku katering,” katanya.

Berbekal jaringan luas dan pengalaman panjang dalam dunia usaha, Uud yakin bahwa D’Moro Catering memiliki potensi besar untuk berkembang, apalagi permintaan pasar terus meningkat dari waktu ke waktu.

Kepala Unit BRI Pandanarum Pacet, Dian Yuniarto, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong pelaku UMKM agar tidak ragu melakukan diversifikasi usaha sebagai strategi pertumbuhan jangka panjang.

“Diversifikasi menjadi langkah penting agar UMKM tetap adaptif. Kami hadir tidak hanya untuk menyediakan pembiayaan, tetapi juga mendorong pendampingan usaha serta penerapan teknologi digital dalam proses bisnis,” ujar Dian.

Uud pun berharap kerja sama dengan BRI ke depan dapat mencakup pelatihan manajemen, pengembangan produk, serta strategi pemasaran yang lebih modern dan terstruktur.

“Kami butuh bimbingan yang konkret agar usaha kecil bisa terus berkembang dan bersaing. Tidak hanya modal, tapi juga ilmu dan akses pasar,” tambahnya.

Langkah Uud menjadi gambaran nyata bahwa pelaku UMKM lokal mampu menjawab tantangan zaman dengan keberanian dan inovasi, terlebih ketika didukung oleh institusi perbankan yang aktif dan responsif. Sinergi seperti inilah yang memperkuat perekonomian berbasis kerakyatan di Mojokerto.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *