MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Mojokerto meresmikan Ruang Pintar Majada AL-Hidayah di TPQ AL-Hidayah, Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Selasa (16/9/2025).
Program yang digagas melalui PNM Peduli ini merupakan wujud komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan untuk mendukung pendidikan informal bagi anak-anak, khususnya di wilayah pedesaan yang sulit menjangkau pendidikan formal.
Ruang Pintar ini disediakan sebagai sarana belajar gratis, yang diharapkan bisa menjadi alternatif pendidikan bagi anak-anak agar tetap mendapat kesempatan mengembangkan keterampilan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung.

Menurut data UNICEF, lebih dari 40 persen anak di daerah terpencil di Indonesia belum mendapatkan akses pendidikan berkualitas. Kehadiran Ruang Pintar ini diharapkan mampu mempersempit kesenjangan tersebut sekaligus memperkuat fondasi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Pimpinan PNM Cabang Mojokerto, Arif Sulistyantoro, menyampaikan bahwa inisiatif ini adalah bentuk nyata peran BUMN dalam mendukung sektor pendidikan informal.
“Melalui program ini, PNM ingin benar-benar hadir di tengah masyarakat Dusun Kandangan Desa Kunjorowesi yang berada di lereng Gunung Penanggungan. Kami percaya pendidikan adalah kunci masa depan yang lebih baik. Harapan kami, anak-anak bisa mendapatkan akses pengetahuan yang layak sekaligus menciptakan lingkungan sosial yang lebih berdaya,” ujar Arif.
Arif juga menambahkan, dirinya optimistis, keberadaan Ruang Pintar tak hanya memberi manfaat bagi anak-anak, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat sekitar.
“Dengan pendidikan informal yang inklusif, diharapkan program ini dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan membuka peluang masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda.” imbuhnya
Dengan peresmian Ruang Pintar Majada AL-Hidayah, PNM menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebermanfaatan nyata, terutama di bidang pendidikan. Fasilitas belajar alternatif ini diharapkan menjadi jembatan bagi anak-anak Dusun Kandangan dan sekitarnya untuk mengembangkan potensi diri, sekaligus bagian dari langkah bersama menuju terwujudnya generasi emas Indonesia tahun 2045.(Kar)
















