BANDUNG BARAT, JURNALDETIK.COM — Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pembangunan keluarga dan pencegahan stunting sejak dini, digelar Sosialisasi Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) bersama mitra kerja dari Komisi IX DPR RI, di Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (24/10/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai lapisan masyarakat. Sosialisasi menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Dr. Hj. Netty Prasetiyani, M.Si (Anggota Komisi IX DPR RI), Della Aryanti, S.Pd., MAP (Penata KKB Ahli Muda Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat), serta Beben Erik Nispayadi, S.Pd (Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas Dalduk PPA Kabupaten Bandung Barat).
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB, dilanjutkan dengan sambutan selamat datang dari Ahmad Heryawan, anggota DPR Komisi II, selaku tuan rumah kegiatan.
Dalam pemaparannya, Dr. Hj. Netty Prasetiyani menegaskan bahwa upaya menekan angka stunting harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
“Stunting kalau sudah menjadi masalah, itu tanggung jawab bersama. Penyebab utamanya adalah kekurangan gizi dan penyakit infeksi yang berulang. Sumber stunting ada di keluarga, karena 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) terjadi di dalam keluarga. Maka keluarga harus ikut bertanggung jawab,” jelas Netty.
Ia juga mengingatkan pentingnya pola asuh yang benar dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.
“Kesehatan anak dimulai dari keluarga. Mengasuh anak harus dengan benar, karena semua akan dimintai pertanggungjawaban. Segala sesuatu dimulai dari keluarga — yang mengatur dan merencanakan adalah keluarga,” tambahnya.
Sementara itu, Della Aryanti dari BKKBN Provinsi Jawa Barat menjelaskan bahwa sosialisasi Program Bangga Kencana ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan keluarga yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
“Program Bangga Kencana sudah ada sejak lama dengan tujuan menciptakan keluarga yang berencana, sehat, dan berkualitas. Dari keluarga yang terencana inilah akan lahir putra-putri yang cerdas dan berdaya saing,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi wadah memperkuat sinergi antara BKKBN, pemerintah daerah, dan masyarakat, dalam mewujudkan keluarga berkualitas sekaligus menekan angka stunting di Kabupaten Bandung Barat.(Kar)

















