Berita  

Wali Kota Mojokerto Dorong Penguatan Budaya Sadar Risiko dalam Tata Kelola Pemerintahan

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM — Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, membuka secara daring kegiatan Asistensi Manajemen Risiko yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kota Mojokerto, Kamis (30/10).

Dalam sambutannya, wali kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan bahwa keberhasilan tata kelola pemerintahan tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi juga dari sejauh mana organisasi mampu mengenali, mengantisipasi, dan mengelola potensi risiko yang dapat menghambat pelaksanaan pembangunan.

“Membangun budaya sadar risiko merupakan fondasi penting dalam memperkuat penerapan manajemen risiko di seluruh perangkat daerah. Hal ini ditempuh melalui tiga strategi utama, yakni peningkatan kesadaran dan pemahaman risiko, manajemen perubahan budaya organisasi, serta penyempurnaan sistem pengelolaan risiko secara berkelanjutan,” ujar Ning Ita.

Ia menambahkan bahwa komitmen pimpinan menjadi faktor kunci dalam setiap pengambilan keputusan, di mana pertimbangan terhadap potensi risiko harus menjadi bagian dari proses manajerial. Selain itu, dibutuhkan komunikasi yang berkelanjutan, pelatihan manajemen risiko bagi pegawai, dan integrasi sistem pengelolaan risiko di seluruh unit kerja.

“Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjadikan budaya sadar risiko melekat kuat dalam setiap lini birokrasi Pemerintah Kota Mojokerto,” tegasnya.

Ning Ita juga menjelaskan bahwa penerapan manajemen risiko di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto telah berjalan selaras dengan Peraturan Wali Kota Mojokerto Nomor 58 Tahun 2023 tentang Pedoman Rencana Pengendalian Kecurangan (Fraud Control Plan/FCP).
Melalui regulasi ini, sistem manajemen risiko terintegrasi dengan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), sehingga seluruh aspek penyelenggaraan pemerintahan — baik strategis, operasional, maupun teknologi informasi — memiliki mekanisme pengendalian yang terarah dan berkesinambungan.

Menutup arahannya, Ning Ita berharap kegiatan asistensi ini menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman antarseluruh perangkat daerah, serta memperkuat sinergi dalam membangun sistem manajemen risiko yang tangguh dan efektif.

“Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, saya optimistis Pemerintah Kota Mojokerto semakin siap menghadapi dinamika pembangunan dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta adaptif terhadap perubahan,” pungkasnya.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *