DEPOK,JURNALDETIK.COM- Dalam rangka untuk mendukung percepatan penurunan stunting, Kemendukbangga bersama mitra kerja dari Komisi IX DPR RI menggelar sosialisasi program Bangga Kencana di Kel. Tugu kec. Cimanggis, Kota Depok, Kamis (13/11/2025).pagi
Selain diikuti ratusan peserta sosialisasi, kegiatan itu menghadirkan beberapa narasumber untuk menyampaikan materi program Bangga Kencana. Mereka berperan aktif dalam penguatan program Bangga Kencana, dalam rangka percepatan penurunan stunting.
Sosialisasi juga dihadiri Supriatni, S.Ag., M.M. dari Komisi D DPRD Kota Depok. Menurutnya, Dalam membangun keluarga yang berkualitas, harus ada perencanaan sebagai langkah awal yang sangat penting. “Kita harus mampu merencanakan jumlah anggota keluarga secara bijak melalui program Berencana, agar kesejahteraan keluarga dapat tercapai. Perencanaan keluarga yang matang bukan hanya berbicara tentang jumlah anak, tetapi juga tentang kesiapan ekonomi, mental, dan sosial dari setiap pasangan. Dengan perencanaan yang baik, kita turut menciptakan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi, sehingga mampu berkontribusi positif bagi pembangunan Kota Depok dan bangsa Indonesia pada umumnya.
Sedangkan, Dr. Sheilla Virarisca, M.P.H memberikan arahan kepada para peserta sosialisasi, bahwa kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam kehidupan setiap individu, yang tidak hanya berkaitan dengan kondisi organ reproduksi semata, tetapi juga meliputi kesehatan mental, emosional, dan kesejahteraan secara menyeluruh.
“Sebelum membangun keluarga, pasangan perlu memahami pentingnya usia ideal dalam menikah dan memiliki anak. Langkah ini berperan besar dalam menurunkan risiko stunting, mencegah komplikasi kehamilan, serta menjaga kesehatan ibu dan anak secara optimal. Dengan demikian, keluarga dapat tumbuh menjadi lingkungan yang sehat, harmonis, dan berdaya.
Remaja perlu dibekali dengan pengetahuan yang benar dan komprehensif agar mampu menjaga kesehatan dirinya serta mengambil keputusan yang bijak dan bertanggung jawab di masa depan. Apabila seseorang mengalami menstruasi yang tidak teratur, nyeri berlebihan, atau gangguan kesehatan reproduksi lainnya, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis atau dokter spesialis. Penanganan yang tepat dan profesional akan membantu menjaga fungsi reproduksi sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan,” jelasnya.
Sedangkan, Dadi, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat menilai, tentang penduduk Kota Depok sangat padat dan banyak. Ada 121 ribu keluarga dijawa barat, yang banyak yang meminum air yang tidak layak. hal ini menyebabkan banyak keluarga beresiko stunting.
dari 100 anak di depok, sekitar 12 anaknya stunting, namun kita tetap berharap agar zero stunting. stunting adalah gagal tumbuh dan kembang akibat gizi kronis dan infeksi berulang. Untuk perempuan usia nikah 21 tahun dan laki laki 25. Dijawa barat masih banyak anak yang menikah usia muda, yang akan banyak menyebabkan anak stunting. karena itu kesehatan para calon pengantin sangatlah penting agar meminimalisir keluarga beresiko stunting.
“BKKBN sekarang sudah bertansfortasi menjadi kementerian kependudukan dan pembangunan keluarga. Kemendukbangga memiliki quick win. Taman asuh sayang anak merupakan tempat penitipan anak atau daycare untuk menyediakan pengasuhan yang berkualitas. ditamasya banyak anak anak yang tumbuh kembang nya dengan baik. Genting merupakan intervensi keluarga rentan stunting untuk bantuan yang sesuai kebutuhan. ini berkolaborasi dengan semua pihak termasuk masyarakat yang ingin menyumbangkan sebagian uangnya untuk pencegahan stunting.
Gati, merupakan gerakan agar ayah memiliki peran dan tanggung jawab untuk memperhatikan tumbuh kembang anak, untuk mencegah fenomena fatherless.
Sidaya merupakan pemberdayaan lansia agar lebih bermanfaat. juga para lansia agar lebih bersahaja dan memiliki angka harapan hidup yang baik,” terangnya.
Selanjutnya, materi dari drg. Nessi Annisa selaku Kepala Dinas P3AP2KB Kota Depok. Dalam keterangannya, Dalam upaya mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas, perlu memperhatikan usia ideal untuk menikah, yaitu minimal 20 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Usia yang matang secara fisik dan mental sangat penting agar pasangan siap menjalani pernikahan dan proses kehamilan dengan sehat serta bertanggung jawab.
Selain itu, jarak antar kehamilan juga harus diperhatikan. Menjaga jarak kelahiran yang ideal bukan hanya membantu menjaga kesehatan reproduksi ibu, tetapi juga berperan besar dalam mengurangi risiko stunting pada anak, komplikasi kehamilan, serta kematian ibu dan bayi.
“Karena itu, tidak dianjurkan untuk melahirkan di usia terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering, atau dengan jarak kehamilan yang terlalu dekat. Pola kehamilan yang sehat dan terencana akan memberikan kesempatan bagi tubuh ibu untuk pulih dengan baik, serta memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal” terangnya..(Kar)

















