Berita  

dr.Sheilla Berharap Program Pembangunan Keluarga dapat Terlaksana dengan Baik

DEPOK,JURNALDETIK.COM.- Dalam rangka untuk mensukseskan program percepatan penurunan stunting. Kemendukbangga atau BKKBN bersama mitra kerja dari Komisi IX DPR RI melaksanakan sosialisasi program Bangga Kencana di Kel. Ratu Jaya kec. Cipayung. Depok, Jum’at (14/11/2025).

Selain diikuti ratusan peserta sosialisasi, kegiatan itu menghadirkan para narasumber untuk menyajikan materi program Bangga Kencana, dalam rangka untuk mensukseskan program percepatan penurunan stunting.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB. Diteruskan, ucapan selamat datang dari pihak tuan rumah.”Hari ini, kita mengikuti program dari Kemendukbangga dengan mitra kerja dari komisi IX DPR RI, tentang kesehatan. Semoga, materi yang sangat bermanfaat dapat menguatkan kesadaran bagi para peserta sosialisasi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari hari,” kata Aulia Miranda.

Selanjutnya, penyampaian materi dari narasumber pusat oleh dr.Sheilla. Dalam penjelasannya, bahwa kemendukbangga punya program pembangunan keluarga. Salah satunya, terkait kesehatan reproduksi khususnya remaja. Reproduksi adalah proses manusia menghasilkan keturunan. Maka, organ dan fisiknya harus sehat, organ reproduksi ada dua, yaitu organ reproduksi laki-laki dan organ reproduksi perempuan. “Kesehatan remaja tanda pubertas haid. Untuk, usia anak remaja 10-19 th, menurut kemendukbangga antara umur 10-24th syarat belum menikah. Masa pubertas pada perempuan, paling tandanya tumbuh jerawat kecil, badan mulai besar, payudara mulai tumbuh,” jelasnya.

Sedangkan, narasumber dari Provinsi Jawa Barat Roy primera menerangkan, kemendukbangga bukan hanya urusan KB, tetapi juga untuk pembangunan keluarga. Hal ini, memastikan pembangunan lebih baik menuju keluarga berkualitas. Semua diurus mulai dari calon pengantin, masa hamil, melahirkan, masa menyusui. Dalam masa ini, BKKBN memastikan jangan sampai anak jadi stunting. Sebab, stunting suatu gejala bukan penyakit, ini karena gagal tumbuh dan berkembang. Perkembangan otaknya terganggu, stunting itu karena gizi buruk dan penyakit kronis yang berulang.
“Hal ini, diantaranya karena sanitasi buruk, air minum yang dikonsumsi tercemar. Saat ini banyak anak muda sudah kena diabetes karena minum manis. Anak kecil atau balita jamgan dikenalkan dengan makanan dan minuman manis karena berbahaya,” terangnya.

Sementara itu, May Haryanti menyampaikan, dari pendataan mengenai warga di Kota Depok rata rata mempunyai 2 anak. OPD KB Kota depok menyediakan KB gratis di puskesmas cipayung dan bisa di bidan. Untuk yang sudah memiliki anak banyak sebaiknya di streril. Bagi calon pengantin juga diedukasi bagaimana memiliki anak yg tidak stunting, melakukan penyuluhan, perlu mengatur jarak kelahirannya dan perlu periksa kesehatan di puskesmas terutama untuk anak perempuan,” jelasnya.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *