MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) telah merampungkan rehabilitasi dan peningkatan delapan bangunan pintu air bendung dan jaringan irigasi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional serta swasembada pangan di daerah.
Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Rois Arif Budiman, mengatakan bahwa pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan.
“Rehabilitasi dan peningkatan pintu air bendung ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi jaringan irigasi agar distribusi air ke lahan pertanian lebih optimal dan berkelanjutan,” ujar Rois.Rabu(17/12/2025)
Adapun kegiatan yang telah dirampungkan meliputi rehabilitasi Pintu Air Bendung Patung di Kecamatan Pungging, Pintu Air Bendung Sukoanyar di Kecamatan Ngoro, serta rehabilitasi Bendung Karangsari di Kecamatan Pacet. Selain itu, dilakukan peningkatan Bendung Daerah Irigasi (D.I) Sampang di Kecamatan Kutorejo.
Dinas PUPR juga merehabilitasi jaringan irigasi pembawa di wilayah Jembul dan Pengaron yang berada di Kecamatan Jatirejo, serta peningkatan jaringan irigasi di wilayah Kecamatan Kutorejo. Seluruh kegiatan tersebut dibiayai melalui belanja modal bangunan air irigasi dan bangunan pengambilan irigasi dengan nilai kontrak yang bervariasi di masing-masing lokasi.
Menurut Rois, dengan rampungnya rehabilitasi dan peningkatan infrastruktur irigasi ini, diharapkan suplai air ke area persawahan semakin lancar sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat.
“Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya.(Kar)
















