MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto menggandeng tenaga ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk melaksanakan uji tanah pada proyek Peningkatan Jalan Lingkungan di Kelurahan Pulorejo, Kota Mojokerto, Senin (22/12/2025).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan hasil pekerjaan proyek konstruksi memenuhi standar kualitas dan spesifikasi teknis sebagaimana tertuang dalam kontrak pekerjaan. Uji tanah menjadi bagian penting dalam menjamin keamanan, ketahanan, serta keberlanjutan infrastruktur jalan yang dibangun.
Proses pengujian melibatkan berbagai pihak profesional, di antaranya ahli teknik tanah, ahli geoteknik, dan surveyor yang tergabung dalam organisasi profesi, seperti Ikatan Surveyor Indonesia.
Sejumlah metode pengujian diterapkan, mulai dari Uji Penetrasi Standar (Standard Penetration Test/SPT), sondir atau Cone Penetration Test (CPT), pemboran (boreholes), hingga uji laboratorium untuk menganalisis sifat fisik dan mekanik tanah.
Plt Kepala DPUPRPRKP Kota Mojokerto, Endah Supriyani, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Ferry Hendri Koerniawan, menyampaikan bahwa uji tanah merupakan tahapan krusial dalam setiap proyek infrastruktur.
“Uji tanah sangat penting untuk menjamin keamanan dan stabilitas konstruksi, sekaligus meminimalisir risiko kegagalan struktur akibat kondisi tanah yang tidak sesuai,” ujar Ferry.
Ia menjelaskan, proyek peningkatan jalan lingkungan senilai Rp 1,6 miliar tersebut memerlukan data teknis yang akurat sebagai dasar perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan. Tujuan utama uji tanah meliputi penentuan desain pondasi yang tepat, optimalisasi metode pelaksanaan konstruksi, serta memastikan kesesuaian dengan standar teknis dan regulasi yang berlaku, termasuk Manual Petunjuk Teknis Pengujian Tanah dari Direktorat Jenderal Bina Marga.
“Dengan data hasil uji tanah, perencana dapat menentukan jenis dan kedalaman pondasi yang paling efektif, sekaligus menghasilkan desain yang ekonomis namun tetap aman,” imbuhnya.
Sementara itu, hasil uji tanah yang dilakukan oleh tenaga ahli ITS Surabaya menunjukkan hasil yang memuaskan. Dari pengujian di lima titik yang dipilih secara acak, diperoleh rata-rata tingkat kepadatan tanah di atas angka 80, jauh melampaui spesifikasi teknis minimal yang dipersyaratkan, yakni 60.
Dengan hasil tersebut, DPUPRPRKP Kota Mojokerto memastikan bahwa proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Kelurahan Pulorejo telah memenuhi standar kualitas teknis dan siap dilanjutkan sesuai tahapan pekerjaan yang telah direncanakan.(Kar)
















