MOJOKERTO, JURNALDETIK.COM – Bupati Mojokerto, Dr. Muhammad Al Barra, Lc, M.Hum meresmikan lima jembatan penghubung antarwilayah di Kabupaten Mojokerto sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan infrastruktur bagi masyarakat.
Lima jembatan yang diresmikan tersebut berada di Talunbrak, Kecamatan Dawarblandong; Tinggarbuntut, Kecamatan Bangsal; Lebaksono, Kecamatan Pungging; Jurang, Kecamatan Ngoro; serta Swideng, Kecamatan Trowulan. Peresmian dipusatkan secara simbolis di Jembatan Lebaksono, Kecamatan Pungging.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mojokerto, Anik Mutmainah, menyampaikan bahwa dari lima proyek jembatan tersebut, empat jembatan didanai melalui APBD Kabupaten Mojokerto, sementara satu jembatan, yakni Jembatan Talunbrak, didanai dari anggaran pemerintah pusat.
“Kelima jembatan ini dibangun untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah serta menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” jelas Anik.
Sementara itu, Bupati Mojokerto yang akrab disapa Gus Barra mengatakan bahwa peresmian ini merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan tepat sasaran.
“Hari ini ada lima jembatan yang sudah selesai dan diresmikan. Peresmian di Jembatan Lebaksono ini bersifat simbolis,” ujar Gus Barra.
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mojokerto setiap tahunnya diarahkan untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, baik melalui pembangunan jembatan maupun peningkatan kualitas jalan.
Gus Barra mengungkapkan, Jembatan Lebaksono memiliki bentangan 7 meter dengan panjang sekitar 60 meter, yang hampir sama dengan Jembatan Talunbrak di Kecamatan Dawarblandong. Selain pembangunan jembatan, pada tahun ini Pemkab Mojokerto juga telah menyelesaikan perbaikan sekitar 34 kilometer jalan, dari total 83 kilometer jalan rusak yang menjadi target perbaikan.
Meski menghadapi tantangan berupa pemotongan transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah sebesar sekitar Rp316 miliar, Pemkab Mojokerto tetap memprioritaskan program-program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Program prioritas tetap kami jalankan, seperti Universal Health Coverage (UHC) bagi masyarakat tidak mampu, pembangunan infrastruktur, serta pembangunan rumah layak huni yang telah terealisasi sekitar 620 unit,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Gus Barra menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda Kabupaten Mojokerto, khususnya pihak kepolisian dan kejaksaan, yang turut berperan dalam mendukung serta mengawasi kualitas proyek-proyek pembangunan.
Ia juga mengimbau seluruh pihak terkait untuk terus menjaga mutu pembangunan infrastruktur serta mengharapkan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Mojokerto demi percepatan pembangunan daerah.(Kar)
















