MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM-Upaya mewujudkan swasembada pangan terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya adalah sinergitas antara Perum Bulog Mojokerto dengan Pemerintah Kota Mojokerto dalam rangka penyerapan komoditas jagung dan beras dari petani lokal.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat. Melalui program penyerapan hasil panen, Bulog hadir sebagai offtaker yang membeli gabah, beras, dan jagung sesuai ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan demikian, petani memperoleh kepastian pasar dan harga yang layak, terutama saat musim panen raya ketika harga cenderung turun.
Pemerintah Kota Mojokerto berperan aktif dalam melakukan pendataan lahan, pendampingan kelompok tani, serta koordinasi dengan dinas terkait guna memastikan kualitas dan kuantitas hasil panen sesuai standar. Sinergi ini juga mencakup sosialisasi kepada petani mengenai mekanisme penjualan ke Bulog, sehingga proses penyerapan dapat berjalan lancar dan transparan.
Selain menjaga kesejahteraan petani, langkah ini turut mendukung program nasional swasembada pangan. “Dengan stok beras dan jagung yang mencukupi di gudang Bulog, stabilitas pasokan dan harga di pasar dapat lebih terjamin” tutur Muhammad Husin Pemimpin Cabang Bulog Mojokerto.
Jagung yang diserap untuk mendukung sektor peternakan dan industri pangan.
Kolaborasi antara Bulog Mojokerto dan Pemkot Mojokerto menunjukkan bahwa kunci keberhasilan swasembada pangan terletak pada kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, BUMN pangan, dan para petani. Diharapkan, sinergitas ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.(Kar)
















