MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Mojokerto, Rudi Kristiawan, secara resmi mengawali pelaksanaan Salat Tarawih pertama Ramadan 1447 Hijriah bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP), Rabu (18/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan rohani dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Rudi Kristiawan menekankan bahwa Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Ia mengajak seluruh WBP memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menjaga ketertiban selama menjalani masa pembinaan.
“Bulan Ramadan adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri. Mari kita isi dengan ibadah yang sungguh-sungguh, menjaga perilaku, dan mematuhi seluruh aturan yang berlaku,” ujarnya di hadapan para warga binaan.
Ia juga mengingatkan bahwa terciptanya suasana aman dan kondusif selama Ramadan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap tata tertib akan mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan keagamaan di dalam lapas.
Salah satu warga binaan menyampaikan rasa syukurnya dapat mengikuti Tarawih perdana bersama Kalapas. Ia mengaku termotivasi untuk menjalani Ramadan dengan lebih baik dan menjauhkan diri dari pelanggaran.
“Kami merasa mendapat perhatian dan arahan langsung. Semoga Ramadan ini membawa perubahan positif bagi kami,” ungkapnya.
Pelaksanaan Tarawih berlangsung dengan tertib dan khusyuk. Petugas lapas tetap melakukan pengawasan secara persuasif guna memastikan keamanan tetap terjaga tanpa mengganggu suasana ibadah.
Melalui kegiatan tersebut, Kalapas Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan mental dan spiritual warga binaan. Ramadan 1447 H diharapkan menjadi titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih disiplin, taat aturan, dan memiliki keimanan yang lebih kuat.(Kar)
















