MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Memasuki satu tahun kepemimpinan periode kedua, Wali Kota Ika Puspitasari bersama Wakil Wali Kota Rachman Sidharta Arisandi mencatat berbagai perkembangan positif di sejumlah sektor strategis. Pemerintah Kota Kota Mojokerto menegaskan komitmennya menjalankan pembangunan dengan berlandaskan Panca Cita sebagai arah utama kebijakan daerah.
Pada sektor pendidikan, program sekolah gratis tetap dilanjutkan, disertai pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi maupun dari keluarga kurang mampu. Penguatan karakter juga terus dilakukan melalui pengembangan sekolah Adiwiyata. Hasilnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto meningkat menjadi 82,35 dari sebelumnya 81,76 dan masuk kategori tinggi.
Di bidang kesehatan, capaian signifikan diraih melalui perolehan CKG Award serta peningkatan status Universal Health Coverage (UHC) dari Madya menjadi Utama. Layanan kesehatan masyarakat turut diperkuat dengan operasional Puskesmas Kedundung selama 24 jam.
Angka prevalensi stunting berhasil ditekan hingga 1,07 persen, sementara Usia Harapan Hidup (UHH) naik menjadi 76,31 tahun dari 75,99 tahun pada periode sebelumnya.
Sektor ekonomi juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Berbagai program penguatan UMKM dan kewirausahaan digelar, mulai dari Mojo Shop Fiesta, pelatihan dan pendampingan usaha, fasilitasi sertifikasi halal, PIRT dan TKDN, hingga Mojo Entrepreneurship Camp 2025. Upaya ini berdampak pada turunnya angka kemiskinan menjadi 5,05 persen serta penurunan Indeks Gini dari 0,355 menjadi 0,298.
Dari sisi tata kelola pemerintahan, Indeks Pelayanan Publik meningkat menjadi 4,67 sebagai refleksi reformasi birokrasi yang semakin adaptif dan inovatif. Sementara di bidang ketentraman dan ketertiban, pengaktifan kembali siskamling serta pelaksanaan program RT Berseri menjadi langkah memperkuat keamanan lingkungan dan partisipasi warga.
Wali Kota Ika Puspitasari menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak.
“Pembangunan tidak dapat berjalan sendiri. Ini adalah hasil kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan di Kota Mojokerto,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan IPM menjadi indikator kuat keberhasilan investasi di sektor pendidikan dan kesehatan. Ia juga menilai turunnya angka kemiskinan serta Indeks Gini sebagai tanda bahwa kebijakan ekonomi yang inklusif mulai menunjukkan hasil nyata.
“Pertumbuhan harus dirasakan merata. Penurunan kesenjangan menjadi sinyal bahwa upaya pemerataan kesejahteraan berjalan sesuai harapan,” terangnya.
Terkait pelayanan publik, ia menekankan pentingnya birokrasi yang responsif dan transparan. Sementara dalam menjaga stabilitas sosial, penguatan siskamling dinilai sebagai fondasi penting menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Ke depan, Pemkot Mojokerto memastikan pembangunan tetap difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Panca Cita bukan sekadar visi, melainkan komitmen yang terus kami wujudkan melalui kerja nyata,” pungkasnya.(Kar)
















