MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Bulan suci Ramadan menjadi momentum bagi Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, untuk semakin mempererat hubungan dengan masyarakat. Melalui program bertajuk “Rantangan Ning Ita”, ia menyempatkan diri berkunjung langsung ke rumah-rumah warga untuk berbuka puasa bersama.
Program tersebut bukan agenda baru. Tradisi ini telah dijalankan secara konsisten setiap Ramadan dalam beberapa tahun terakhir. Pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran di sejumlah lingkungan, sehingga lebih banyak warga berkesempatan merasakan suasana kebersamaan dengan orang nomor satu di Kota Mojokerto tersebut.
Dalam setiap kunjungannya, Ning Ita sapaan akrabnya datang bersama sang suami sambil membawa hidangan berbuka dalam wadah rantang bertingkat. Isinya sederhana, mulai dari nasi, sayur, lauk pauk hingga sambal. Rantang yang dibawanya bukan sekadar tempat makanan, melainkan simbol kehangatan dan semangat berbagi.
Sesampainya di rumah warga, Ning Ita langsung menyapa tuan rumah dengan ramah. Ia kemudian duduk lesehan bersama keluarga dan warga sekitar, berbincang santai sembari menanti azan magrib. Obrolan yang terjalin pun mengalir ringan, mulai dari aktivitas sehari-hari, perkembangan usaha kecil, hingga kondisi lingkungan setempat.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi cara efektif menjaga kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Ia ingin memastikan komunikasi tetap terjalin hangat tanpa sekat formalitas.
“Datang langsung, duduk bersama, dan berbuka puasa di rumah warga memberikan rasa kebersamaan yang berbeda. Silaturahmi terasa lebih hangat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa esensi kegiatan tersebut terletak pada kebersamaan, bukan pada sajian makanan. Baginya, kebahagiaan justru hadir dari momen sederhana yang dinikmati bersama.
Menjelang waktu berbuka, doa dipanjatkan bersama sebelum hidangan disantap. Suasana pun berlangsung akrab, penuh canda dan rasa kekeluargaan. Melalui tradisi Rantangan Ning Ita, Wali Kota Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir lebih dekat dan berbagi kebahagiaan dengan warga di bulan Ramadan.(Kar)
















