MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Pemerintah Kota Mojokerto melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Perakim bergerak cepat menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat terkait kerusakan tanggul di sejumlah saluran dan sungai di wilayah kota.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi untuk mencegah potensi banjir yang dapat berdampak pada permukiman warga.
Kabid Sumber Daya Alam Dinas PUPR Perkim Kota Mojokerto, Basuki, yang mewakili Kepala Dinas PUPR Perkim Endah Supriyani S.T, M.T, menjelaskan bahwa setiap laporan kerusakan tanggul dari masyarakat langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan.
“Setiap laporan yang masuk segera kami lakukan pengecekan, pengamatan, serta pengukuran tingkat kerusakan. Dari situ kami menentukan langkah penanganan yang tepat,” ujar Basuki.Senin (9/3/2026)
Selain melakukan pengecekan, pihaknya juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk memastikan kewenangan penanganan tanggul tersebut.
Beberapa kerusakan tanggul yang telah ditindaklanjuti di antaranya tanggul Buzem Pulorejo di Jalan Pulorejo II yang ambrol pada 26 Januari 2026, kerusakan tanggul Kali Brangkal di Gang Tanggul Kelurahan Mentikan pada 9 Februari 2026, serta kerusakan tanggul Kali Cemporat di beberapa titik.
Sementara itu, kerusakan tanggul Kali Sadar di Jalan Tropodo, Kelurahan Meri, yang terjadi pada tahun lalu kini telah ditangani oleh Perum Jasa Tirta I.
Basuki menambahkan, apabila kerusakan tanggul berada di luar kewenangan Pemerintah Kota Mojokerto, pihaknya segera melakukan koordinasi dan berkirim surat kepada instansi yang berwenang, seperti PU-SDA Provinsi Jawa Timur, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, serta Perum Jasa Tirta I.
“Koordinasi lintas instansi ini penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat sesuai dengan kewenangan masing-masing,” jelasnya.
Sejumlah upaya perbaikan tanggul juga telah dilakukan, di antaranya perbaikan tanggul ambrol Busem Pulorejo oleh BBWS Brantas serta perbaikan tanggul Kali Sadar di Jalan Tropodo–Meri oleh Perum Jasa Tirta I.
Berdasarkan pantauan terbaru per 8 Maret 2026, tanggul Busem Pulorejo telah diperkuat menggunakan bronjong, sedangkan tanggul Kali Sadar diperbaiki dengan pasangan batu kali.
Melalui respons cepat, koordinasi lintas instansi, serta dukungan masyarakat yang aktif melaporkan kondisi di lapangan, Pemerintah Kota Mojokerto berharap penanganan kerusakan tanggul dapat segera diselesaikan sehingga risiko banjir di wilayah kota dapat diminimalisir.(Kar)
















