MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mojokerto resmi menjalin kerja sama dengan pengelola Wisata Desa BMJ Mojopahit Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto dalam upaya mengembangkan konsep sport tourism atau wisata olahraga di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan saat acara buka puasa bersama pengurus KONI Kabupaten Mojokerto pada Sabtu, (14/3/2026).Nota kesepahaman ditandatangani langsung oleh Ketua KONI Kabupaten Mojokerto, Imam Suyono, dan Direktur Wisata Desa BMJ Mojopahit, Brahma.
Dalam kesempatan tersebut, Brahma memaparkan secara langsung konsep kerja sama yang akan dijalankan antara KONI Kabupaten Mojokerto dan pengelola Wisata Desa BMJ Mojopahit.
Ia menjelaskan bahwa mekanisme kerja sama diawali dengan pengajuan kegiatan oleh masing-masing cabang olahraga (cabor) kepada KONI Kabupaten Mojokerto. Selanjutnya, KONI akan melakukan koordinasi serta memberikan rekomendasi terhadap kegiatan yang diajukan.
Setelah itu, pihak pengelola Wisata Desa BMJ Mojopahit akan memberikan persetujuan terkait penggunaan lokasi kegiatan. Dalam pelaksanaannya, cabang olahraga bertanggung jawab terhadap teknis penyelenggaraan event.
“Kegiatan nantinya dilaksanakan melalui koordinasi antara cabang olahraga, KONI Kabupaten Mojokerto, dan pengelola wisata,” jelas Brahma saat memaparkan konsep kerja sama tersebut.
Menurutnya, kerja sama ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi olahraga dan pariwisata di Mojokerto yang dapat dikembangkan secara bersamaan.
“Wisata Desa BMJ Mojopahit dinilai memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung berbagai kegiatan olahraga maupun penyelenggaraan event”imbuhnya.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak menargetkan pengembangan konsep sport tourism di Mojokerto, sekaligus mendukung penyelenggaraan event olahraga serta promosi daerah.
Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus mendorong aktivitas olahraga di Kabupaten Mojokerto.
Dalam sistem pembagian kerja sama, hasil dari biaya sewa tempat kegiatan akan dibagi dengan komposisi 15 persen untuk cabang olahraga sebagai pelaksana kegiatan, 5 persen untuk KONI Kabupaten Mojokerto, dan sisanya menjadi bagian pengelola Wisata Desa BMJ Mojopahit.
Sementara untuk kerja sama konvensional, kunjungan wisata dari cabang olahraga akan memberikan kontribusi sebesar 10 persen dari tiket masuk. Sedangkan kegiatan gathering atau rapat akan memberikan kontribusi sebesar 15 persen dari nilai kegiatan.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Kabupaten Mojokerto, M. Thoyib SH, menyampaikan bahwa kerja sama melalui nota kesepahaman ini merupakan langkah awal bagi KONI Kabupaten Mojokerto untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak di daerah.
“Kerja sama nota kesepahaman ini adalah langkah awal untuk melangkah lebih jauh. Ke depan, kami juga akan melanjutkan kerja sama atau MoU dengan berbagai stakeholder yang ada di Kabupaten Mojokerto, baik dari pemerintah maupun pihak swasta,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi dengan berbagai pihak sangat penting untuk mendukung pembinaan olahraga di Kabupaten Mojokerto.
“Tujuan akhirnya tentu untuk meningkatkan prestasi seluruh cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Kabupaten Mojokerto,” tambahnya.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan kegiatan olahraga di Kabupaten Mojokerto semakin berkembang sekaligus mampu mendukung sektor pariwisata daerah melalui konsep wisata berbasis olahraga.(Kar)
















