MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Ketua DPRD Kota Mojokerto, Ery Purwanti menggelar kegiatan serap aspirasi masyarakat (reses) bersama puluhan warga dari Kelurahan Miji dan Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Magersari,Kota Mojokerto. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto yang berlokasi di Jalan Benteng Pancasila, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Sabtu (14/3/2025).
Kegiatan ini merupakan reses pertama masa persidangan I DPRD Kota Mojokerto. Dalam kesempatan tersebut, Ery Purwanti bersama anggota fraksi DPRD lainnya menampung berbagai usulan dan aspirasi masyarakat yang nantinya akan menjadi bahan perencanaan pembangunan daerah.
Ery Purwanti menjelaskan, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dihimpun untuk dimasukkan dalam pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD. Usulan tersebut direncanakan masuk dalam perencanaan pembangunan tahun 2027 dan diharapkan dapat direalisasikan pada tahun 2028.
“Pada prinsipnya semua aspirasi yang disampaikan masyarakat ini menjadi prioritas bagi kami di DPRD Kota Mojokerto. Karena ini benar-benar kebutuhan warga di tingkat bawah dan merupakan suara masyarakat yang wajib kita perjuangkan,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, sejumlah warga menyampaikan berbagai kebutuhan di lingkungan mereka, mulai dari fasilitas sosial hingga pembangunan infrastruktur.
Salah satu aspirasi yang menjadi perhatian adalah kebutuhan sarana bagi rukun kematian di lingkungan warga.
Menurut Ery, fasilitas tersebut sangat penting karena berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dalam pelayanan sosial ketika ada warga yang meninggal dunia.
“Permintaan terkait rukun kematian juga sangat penting, karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Jika peralatannya tidak ada, tentu akan menyulitkan warga ketika harus mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir,” jelasnya.
Selain itu, warga juga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan infrastruktur, khususnya mengenai kondisi plengsengan atau penahan tanah di sekitar aliran sungai Sadar yang dinilai rawan longsor.
Menanggapi hal tersebut, Ery menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti.
“Nanti kami akan meminta Dinas PUPR untuk segera berkomunikasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar pembangunan plengsengan sungai ini bisa segera direalisasikan. Jika terjadi longsor tentu sangat berbahaya bagi warga,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya upaya antisipasi terhadap potensi bencana banjir, mengingat Kota Mojokerto pernah mengalami peristiwa banjir lumpur pada tahun 2004.
“Kita tentu tidak ingin kejadian banjir seperti yang pernah terjadi dulu terulang kembali. Karena itu, berbagai upaya pencegahan harus mulai dipersiapkan sejak sekarang,” pungkasnya.
Melalui kegiatan reses tersebut, diharapkan aspirasi masyarakat dapat terserap secara maksimal sehingga pembangunan di Kota Mojokerto dapat berjalan lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan warga.(Kar-Adv)
















