PWI Mojokerto Konsisten Tadarus, Lima Kali Khatam Al-Qur’an Tuntas di Penghujung Ramadan

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Menyambut penghujung bulan suci Ramadan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto Raya berhasil menuntaskan kegiatan tadarus Al-Qur’an hingga lima kali khatam. Capaian tersebut melampaui target awal yang hanya direncanakan sebanyak empat kali khataman.

Khataman kelima diselesaikan pada malam ke-29 Ramadan. Sebagai bentuk rasa syukur, para anggota PWI Mojokerto menggelar buka puasa bersama dengan hidangan spesial berupa menu kikil sapi di Sekretariat PWI Mojokerto.

Ketua PWI Mojokerto, Aminuddin Ilham, mengungkapkan rasa syukur atas konsistensi para anggota dalam menjaga semangat syiar Ramadan melalui tadarus Al-Qur’an.

“Alhamdulillah, sejak hari pertama puasa kita sudah memulai tadarus, dan di penghujung Ramadan ini berhasil menyelesaikan khataman yang kelima. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.Rabu (18/3/2026)

Ketua PWI yang cukup loyal ini juga menegaskan bahwa kegiatan tadarus yang dilakukan setiap malam usai salat tarawih ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya membangun tradisi keagamaan di kalangan insan pers. Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan di Sekretariat PWI Mojokerto, Jalan Pekayon No. 99, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Menurutnya, semakin banyak khataman yang dilakukan, semakin besar pula nilai ibadah yang diperoleh. Oleh karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang.

“Ini tradisi baik yang harus kita jaga. Tidak hanya aktif dalam tugas jurnalistik, tapi juga memperkuat nilai spiritual di bulan Ramadan,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa Cak Amin ini juga menyampaikan bahwa pada khataman kelima, pihaknya sengaja memberikan apresiasi kepada anggota dengan menggelar buka puasa bersama dengan menu kikil sapi sebagai bentuk kebersamaan.

Sebagai informasi, syukuran khataman Al-Qur’an merupakan tradisi positif yang biasa dilakukan umat Muslim setelah menyelesaikan pembacaan 30 juz. Kegiatan ini umumnya diisi dengan doa bersama, pembacaan surat-surat pendek, serta berbagi makanan. Momen tersebut diyakini membawa keberkahan, karena doa yang dipanjatkan secara berjamaah dipercaya diamini oleh para malaikat.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *