MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Kegiatan rutin Khotmil Qur’an warga Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto kembali digelar setelah sempat libur selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
Kegiatan tersebut berlangsung di komplek makam Mbah Sentono pada Minggu (5/4/2026), dan diikuti puluhan warga serta mendapat perhatian dari sejumlah awak media.
Penanggung jawab kegiatan, Hadi Purwanto, S.E., S.H., M.H., mengungkapkan rasa syukurnya karena kegiatan yang telah berjalan secara rutin setiap bulan ini dapat kembali dilaksanakan dengan lancar. Ia menyebut, jeda selama satu bulan dimanfaatkan warga untuk fokus menjalankan ibadah puasa.
“Alhamdulillah, setelah libur selama bulan puasa, hari ini kegiatan Khotmil Qur’an bisa kembali berjalan. Semoga ke depan kegiatan ini terus istiqomah dan semakin membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Ustad Abdul Mukhit menegaskan bahwa kegiatan Khotmil Qur’an memiliki nilai ibadah yang besar, terlebih diawali dengan tawasul kepada para leluhur dan ahli kubur warga Banjarsari.
Ia juga mengingatkan bahwa kegiatan ini telah memasuki putaran ke-22, yang tidak lepas dari perjuangan dan komitmen warga untuk terus menjaga tradisi tersebut.
“Ini bukan kegiatan yang instan, tetapi melalui proses panjang dan berbagai tantangan. Namun karena niat yang kuat dan istiqomah, kegiatan ini tetap berjalan setiap bulan, khususnya di minggu pertama,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, termasuk nikmat kesehatan dan kehidupan yang seringkali dianggap sepele.
“Setiap napas yang kita hirup adalah nikmat luar biasa dari Allah SWT. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk terus beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya,” imbuhnya.
Sementara itu, KH Mathori selaku penasehat kegiatan menuturkan bahwa kehidupan manusia sejatinya penuh dengan hal-hal yang bersifat ghaib, seperti rezeki, umur, dan takdir. Ia mengingatkan agar manusia tidak berlebihan dalam mengejar dunia, melainkan fokus menjalankan ibadah.
“Kehidupan ini penuh misteri yang menjadi rahasia Allah SWT. Tugas kita di dunia ini hanyalah beribadah dan menjalankan perintah-Nya dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Melalui kegiatan Khotmil Qur’an ini, diharapkan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir, bahkan hingga generasi mendatang.(Kar)
















