MOJOKERTO, JURNALDETIK.COM — Sebagai bentuk dorongan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat ekonomi masyarakat desa, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto, H. Hery Suyatnoko, mengajak puluhan anggota Gapoktan Desa Kemasantani, Kecamatan Gondang, untuk melakukan studi tiru ke pabrik pengolahan gaplek di Kabupaten Kediri.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus menimba ilmu tentang pengolahan singkong menjadi tepung gaplek dan tepung tapioka.

Dalam kunjungan itu, rombongan yang terdiri dari anggota Gapoktan, perangkat Desa Kemasantani, serta pendamping dari DPRD Kabupaten Mojokerto tersebut belajar langsung di Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, yang dikenal sebagai sentra pengrajin tepung gaplek dan tapioka berkualitas.
Menurut H. Hery Suyatnoko, kegiatan studi tiru ini menjadi langkah nyata untuk menggali potensi lokal Desa Kemasantani yang memiliki hasil tanaman singkong melimpah.
“Desa Kemasantani mendapatkan Program Strategis Nasional untuk memanfaatkan potensi desa. Kami ingin agar hasil dari kunjungan ini bisa diterapkan di lapangan, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah bagi produk pertanian masyarakat,” ujarnya.pada Minggu (9/11/2025) di Acara Senam dan Pasar Murah dalam rangka HUT NasDem ke -14 di lapangan Desa Pohkecik, Dlanggu, Mojokerto
Politisi Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto yang membidangi sektor perekonomian, industri, perdagangan, pertanian, koperasi, hingga keuangan daerah ini menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa.
“Kami sejalan dengan program Catur Abipraya Mubarok dalam memperkuat industri kreatif masyarakat desa. Harapannya, pengolahan hasil pertanian seperti singkong bisa menjadi produk unggulan yang memberi dampak ekonomi bagi warga dan meningkatkan PAD daerah,” imbuhnya.
Kegiatan studi tiru tersebut diharapkan tidak hanya memperluas wawasan petani, tetapi juga menjadi pemicu munculnya unit usaha baru di Desa Kemasantani, khususnya di bidang pengolahan hasil pertanian, sehingga mampu mendukung kemandirian ekonomi desa.(Kar)

















