BEKASI,JURNALDETIK.COM– Untuk mendukung percepatan penurunan stunting, Kemendukbangga bersama Komisi IX DPR RI menggelar sosialisasi Program Bangga Kencana di Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Senin (17/11/2025). Acara diikuti ratusan peserta dan menghadirkan beberapa narasumber.
Kepala UPT Bekasi Timur, Rena Nurwangiaten, menegaskan bahwa keluarga berencana tidak hanya soal kontrasepsi. “Keluarga Berencana mencakup seluruh siklus hidup, mulai dari bayi, remaja, PUS hingga lansia,” ujarnya. Ia juga mendorong masyarakat untuk berwirausaha karena dapat “menghidupi keluarga, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi.”
Perwakilan Kemendukbangga Jawa Barat, Irfan Haniful Qoyyim, menjelaskan perubahan BKKBN menjadi Kemendukbangga sejak 2024. “Program kami hanya satu secara garis besar, yaitu Bangga Kencana. Tagline-nya ‘Berencana Itu Keren’, karena perencanaan keluarga adalah kunci menciptakan keluarga sehat dan berketahanan,” jelasnya.
Sementara itu, Retno Damayanti Triharso memaparkan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi dan KB pasca persalinan. “Kami tidak membatasi jumlah anak, tetapi menjaga jarak kelahiran demi kesehatan ibu dan anak,” katanya. Ia juga menegaskan perlunya pendampingan anak dan remaja agar terhindar dari risiko pergaulan bebas, narkoba, serta kekerasan.
Dalam sambutan penutup, Tenaga Ahli Komisi IX DPR RI, Iqbal Alam Islami, menyampaikan bahwa pembangunan bangsa dimulai dari keluarga. “Pengendalian bukan berarti membatasi, tetapi mengatur angka kelahiran agar tidak menimbulkan masalah baru. Pembangunan keluarga adalah pembangunan utama,” tegasnya.(Kar)

















