Berita  

Kemendukbangga dan Komisi IX DPR RI Gencarkan Sosialisasi Bangga Kencana untuk Percepatan Penurunan Stunting di Jawa Tengah

TEMANGGUNG,JURNALDETIK.COM- Dalam rangka untuk mendukung percepatan program penurunan stunting, Kemendukbangga bersama mitra kerja dari Komisi IX DPR RI gencar sosialisasi program Bangga Kencana di Jawa Tengah.

Kali ini, sosialisasi program Bangga Kencana di laksanakan di Pondok Pesantren Darul Aman, Dusun Gilingan RTO3/06, Desa Pingit, Kecamatan Pingsurat, Kabupaten Temanggung Jawa Tengah, Minggu (23/11/2025.) pagi

Selain diikuti ratusan peserta, sosialisasi itu menghadirkan beberapa narasumber untuk menyampaikan materi, tentang keluarga yang berkualitas dan program percepatan stunting. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB. Diteruskan dengan ucapan selamat dari pihak tuan rumah Pondok Pesantren Darul Aman,”Semoga para peserta sosialisasi dapat memahami dalam membentuk keluarga yang sehat dan bahagia. Serta, ikut mendukung pemerintah dalam mencegah stunting.

Selanjutnya, penyampaian materi oleh Hj. Teti Rohatiningsih, S. Sos Anggota DPR RI Komisi IX via zoom. Dalam penjelasannya, Teti menyampaikan bahwa terdapat
8 fungsi keluarga yang harus diperhatikan dalam membentuk sebuah keluarga yang berkualitas dan bahagia. Yaitu, pertama Fungsi Agama. Artinya agama adalah kebutuhan dasar bagi setiap manusia yang ada sejak dalam kandungan. Keluarga adalah tempat pertama seorang anak mengenal agama. Keluarga dalam hal ini pasangan suami istri wajib menanamkan, mengembangkan dan mengamalkan nilai nilai luhur agama. Sehingga, anggota keluarga menjadi baik dan bertaqwa. Masing masing individu perlu mengetahui dan sadar dengan tanggungjawab yang dipikulkan, termasuk dengan pengetahuan akan eksistensinya sebagai manusia yang diciptakan oleh Yang Maha Pencipta.

Kedua, Fungsi Cinta Kasih Sayang. Adalah pasangan yang akan menikah, perlu untuk menumbuhkan serta menjaga rasa kasih sayang dalam mengarungi kehidupan rumah tangganya. Setelah menjadi orangtua pasangan wajib mencurahkan cinta dan kasih sayang kepada anaknya. Empati, pemaaf, setia dan lain lain dapat ditumbuhkan dari cinta dan kasih sayang yang diberikan orangtua kepada anak anaknya.

Ketiga, Fungsi Perlindungan. Yaitu
keluarga mempunyai fungsi sebagai tempat perlindungan bagi anggota keluarga. Keluarga harus memberikan rasa aman, tenang, dan tentram bagi seluruh anggota keluarga.

Keempat, Fungsi Sosial dan Budaya. Artinya
manusia adalah makhluk sosial yang bukan hanya membutuhkan orang lain, namun juga membutuhkan interaksi dengan orang lain yang berbeda dengannya. Sopan santun, peduli, toleransi adalah beberapa nilai yang bisa ditanamkan pada anak melalui fungsi sosial budaya.

Kelima, Fungsi Reproduksi. Merupakan salah satu tujuan perkawinan yang memperoleh keturunan berkualitas, sebagai pengembangan dari tuntunan fitrah manusia. Dalam hal in, keturunan diperoleh dengan berproduksi oleh pasangan suami istri yang sah. Kesepakatan jumlah anak, jarak kelahiran dan kesehatan reproduksi perlu di perhatikan dalam keluarga. Sehingga, tercipta keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Keenam, Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan. Orangtua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak anaknya, sekaligus sebagai pembimbing dan pendamping dalam tumbuh kembang anak, baik secara fisik, mental dan spiritual. Keluarga merupakan salah satu tempat pembelajaran seumur hidup untuk anak dan orangtua itu sendiri.

Ketujuh, Fungsi Ekonomi. Sebuah keluarga harus mampu memenuhi kebutuhan materiil setiap anggota keluarganya. Untuk memenuhi kebutuhan materiil banyak nilai nilai yang perlu dikembangkan diantaranya adalah hemat, disiplin, ulet, dll. Tanpa adanya kemampuan memanajemen keuangan dan keuletan dalam bekerja suatu keluarga akan kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan.

Kedelapan, Fungsi Lingkungan,
Yang dimaksud dengan lingkungan disini adalah terkait kebersihan dan kesehatan lingkungan disekitar keluarga. Kemampuan keluarga dalam menjaga kebersihan, kesehatan dan kelestarian lingkungan merupakan Langkah positif untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

“Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan ketahanan keluarga, Membangun keluarga berkualitas dengan perencanaan berkeluarga yang matang, termasuk dalam hal pendidikan dan memiliki anak, dan Mencegah dan menurunkan angka stunting di Indonesia melalui intervensi yang berfokus pada keluarga. Termasuk, program MBG itu, bisa mendukung pencegahan stunting
” jelasnya.

Hal yang sama, juga disampaikan Narasumber lainnya. Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Bp Suwarno menerangkan, pentingnya pencegahan dan kewaspadaan terhadap perilaku berisiko di kalangan remaja dan pentingnya gizi dalam pencegahan stunting (kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *