JAWA BARAT,JURNALDETIK.COM- Dalam rangka untuk mensukseskan percepatan program penurunan stunting, Kemendukbangga bersama mitra kerja dari gencar sosialisasi program Bangga Kencana di Jawa Barat.
Kali ini, sosialisasi program Bangga Kencana dilaksanakan di Kp. Rawa Bogo Rt. 05, Rw 03, JI. Labuhan Haji, Kel. Jati Mekar, Kec. Jati Asih, Minggu 28 Desember 2025.
Selain diikuti ratusan peserta, sosialisasi itu menghadirkan beberapa narasumber untuk menyampaikan materi, tentang keluarga yang berkualitas dan program percepatan stunting. Yaitu, Dr. Siti Mukhliso, M.Ag anggota DPRD Kota Bekasi, dan Wahyuniati, S.IP.,MPH. Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kemendukbangga/BKKBN. Serta, Roy Primera, S.I.Kom. Pranata Humas Ahli Pertama Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat. Hadir pula, drg. Desi Syukrawati, MARS Kabid Keluarga Berencana.
Selanjutnya, penyampaian materi disampaikan oleh Siti Mukhliso anggota DPRD Kota Bekasi. Menurutnya, pihaknya memberikan respon positif terhadap program Bangga Kencana. Sebab, program Bangga Kencana telah menunjukkan perannya dalam memperkuat pembangunan keluarga yang berkualitas.
“Kegiatan program Bangga Kencana bisa memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup keluarga berkualitas, serta mendukung ketahanan sosial masyarakat. Sedangkan, dengan adanya Transformasi BKKBN menjadi kementerian, dapat mempercepat percepatan penurunan stunting, serta akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan program kependudukan dan pembangunan keluarga, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan dalam mewujudkan “Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas”, jelasnya.
Wahyuniati menerangkan bahwa program Bangga Kencana tidak bisa dijalankan hanya oleh pemerintah pusat. Ia menyebut kolaborasi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan. Wahyuniati juga mengingatkan kepada orang tua untuk ikut berupaya mencegah pernikahan. Sebaiknya, usia ideal menikah adalah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.
Roy Prinera memaparkan materi tentang pembangunan keluarga. Kemendukbangga mengajak masyarakat mencegah stunting. Sebab, stunting suatu gejala bukan penyakit, ini karena gagal tumbuh dan berkembang. Perkembangan otaknya terganggu, stunting itu karena gizi buruk dan penyakit kronis yang berulang.
“Perlu menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta memberikan azupan maupun makanan bergizi dan seimbang kepada anak. Agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan normal dan sehat. Selain itu, anak kecil atau balita jamgan dikenalkan dengan makanan dan minuman manis karena berbahaya,” terangnya.
Sementara itu, Desi Syukrawati menjelaskan mengenai Program “Quick Win” dari Kemendukbangga/BKKBN. Program itu merupakan inisiatif strategis yang dirancang sebagai langkah cepat untuk mempercepat pencapaian target pembangunan keluarga berkualitas dan penurunan stunting. Sosialisasi program ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan inisiatif unggulan tersebut kepada masyarakat luas, mitra strategis, dan pemerintah daerah
Lima Program Unggulan “Quick Win” Bangga Kencana meliputi, 1.Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting): Inisiatif untuk mengajak partisipasi masyarakat dan berbagai pihak menjadi orang tua asuh dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting pada anak-anak.
2. Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya): Program yang berfokus pada penyediaan fasilitas dan layanan pengasuhan anak yang berkualitas, aman, dan edukatif.
3. Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI): Kampanye yang menyoroti peran penting ayah dalam pengasuhan dan pembentukan karakter anak, serta mendorong keterlibatan aktif ayah dalam keluarga.
4. Lansia Berdaya (Sidaya): Program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas lanjut usia (lansia), memastikan mereka tetap aktif dan berkontribusi di masyarakat.
5. AI-Superapps: Pengembangan platform digital (aplikasi super) yang menyediakan informasi dan layanan konseling terpadu mengenai keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana
“Tujuan Sosialisasi “Quick Win” diantaranya, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membangun keluarga yang berkualitas, mendorong partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat dalam mendukung program-program percepatan ini, menyelaraskan program antara pemerintah pusat dan daerah serta mitra strategis dalam implementasi Quick Wins,” urainya.(Kar)
















