MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Upaya percepatan penataan lingkungan permukiman terus digencarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Senin malam (23/02/2026), Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Program Penanganan Kumuh Skala Kawasan Terpadu dan Terintegrasi di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
Peresmian tersebut turut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Asep Syaifuddin Chalim, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, Kapolres Mojokerto Andi Yudha Pranata, Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo, jajaran perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan sebelum dilakukan penandatanganan dan penekanan tombol sirene sebagai tanda dimulainya program.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa penanganan kawasan kumuh tidak boleh dimaknai sebatas pembangunan fisik semata.
“Program ini adalah bagian dari transformasi kualitas hidup masyarakat. Kita tidak hanya membangun jalan dan drainase, tetapi juga membangun harapan serta lingkungan yang sehat dan bermartabat bagi warga,” tegas Khofifah.
Ia menjelaskan, program terpadu tersebut mencakup pembenahan akses jalan lingkungan, sistem sanitasi, drainase, pengelolaan air limbah, hingga penataan hunian agar lebih layak dan berkelanjutan.
“Saya berharap setelah diresmikan, kawasan ini benar-benar dijaga bersama agar tetap bersih dan tertata. Pembangunan akan berhasil jika masyarakat ikut memiliki dan merawatnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau yang akrab disapa Gus Barra menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap percepatan pembangunan di wilayahnya.
“Kami berterima kasih atas perhatian Ibu Gubernur. Program ini sangat membantu meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan warga. Sinergi antara provinsi, kabupaten, hingga pemerintah desa akan terus kami perkuat agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Gus Barra.
Menurutnya, penataan kawasan kumuh menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong pembangunan berbasis lingkungan sekaligus meningkatkan taraf kesehatan dan ekonomi warga.
Dalam kesempatan tersebut, Kyai Asep juga memanjatkan doa serta menyampaikan pesan moral agar pembangunan yang dilakukan tidak hanya membawa kemajuan fisik, tetapi juga memperkuat nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Program Penanganan Kumuh Skala Kawasan Terpadu dan Terintegrasi ini diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain di Jawa Timur dalam menekan luasan kawasan kumuh sekaligus menciptakan permukiman yang bersih, sehat, dan berdaya saing.
Warga pun menyambut positif peresmian tersebut dan berharap program berjalan berkelanjutan hingga tuntas serta memberikan dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari.(Kar)
















