Kapolres Mojokerto Tinjau Pos Kenanten, Antisipasi Banjir hingga Lonjakan Arus Mudik

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Kapolres Mojokerto AKBP Dr (C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si melakukan pengecekan Pos Pengamanan (Pos Pam) Kenanten di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Senin (16/3/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Mojokerto yang di Dampingi Kasat Lantas AKP Muhammad Yogie Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.Sc.. menyampaikan bahwa Operasi Ketupat di wilayah hukum Polres Mojokerto saat ini telah memasuki hari keempat.

“Operasi Ketupat saat ini sudah memasuki hari keempat. Selama tiga hari pertama kami melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap lima isu utama, yaitu potensi banjir, arus lalu lintas, pengamanan tempat ibadah dan malam takbir, serta aktivitas silaturahmi dan wisata masyarakat,” ujar AKBP Andi Yudha Pranata saat meninjau Pos Kenanten.

Kapolres menjelaskan, salah satu perhatian utama dalam pengamanan tahun ini adalah potensi bencana di kawasan Pacet dan Trawas yang dikenal sebagai daerah rawan longsor dan banjir.

“Untuk penanganan potensi bencana, terutama di wilayah Pacet, kami melakukan langkah antisipasi yang lebih intensif. Kami bekerja sama dengan berbagai stakeholder, termasuk dinas terkait dan pihak swasta, untuk melakukan pemantauan serta pengecekan kondisi kendaraan yang melintas, khususnya terkait sistem pengereman dan kondisi ban,” jelasnya.

Selain itu, Polres Mojokerto juga melakukan patroli khusus untuk mengantisipasi potensi longsor di kawasan pegunungan.

“Bersama Tahura dan dinas terkait kami melakukan patroli longsor. Hal ini sebagai langkah pencegahan mengingat informasi dari BMKG bahwa fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan April 2026,” tambahnya.

Kapolres juga menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisi wilayah Kabupaten Mojokerto relatif aman dari potensi bencana.

“Selama tiga hari pelaksanaan operasi, kami telah mengidentifikasi beberapa titik rawan. Namun hingga saat ini situasi masih aman dan belum ditemukan potensi bencana yang signifikan,” katanya.

Terkait arus lalu lintas, Kapolres menyebut pergerakan kendaraan yang melintas di Mojokerto masih didominasi aktivitas lokal.

“Dari hasil pemantauan sementara, jumlah kendaraan yang keluar dari Mojokerto masih lebih banyak dibandingkan yang masuk. Puncaknya terjadi pada hari Sabtu dengan sekitar 14.500 kendaraan yang terpantau melalui exit dan entry gate tol,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa arus mudik antarprovinsi belum terlalu signifikan.

“Untuk saat ini pergerakan kendaraan yang melintas di Mojokerto masih didominasi aktivitas lokal. Kawasan wisata juga belum menjadi tujuan utama masyarakat pada tiga hari pertama operasi ini,” jelas Kapolres.

Dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Mojokerto menerjunkan sekitar 150 personel yang terlibat langsung dalam pengamanan. Jumlah tersebut juga diperkuat dengan personel dari polsek-polsek di jalur utama serta kawasan wisata.

“Jika digabung dengan personel dari polsek jalur dan polsek wisata serta dukungan dari instansi lain, total kekuatan pengamanan bisa mencapai hampir 400 personel,” ungkapnya.

Kapolres berharap seluruh pos pengamanan, termasuk Pos Kenanten, dapat berfungsi maksimal sebagai pusat monitoring dan pengendalian operasi di lapangan.

“Kami berharap pos pengamanan ini tidak hanya menjadi tempat monitoring, tetapi juga menjadi pusat kendali operasi di lapangan sehingga seluruh kegiatan pengamanan dapat berjalan lebih efektif,” pungkasnya.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *