Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Mojokerto, Fokus Sinkronisasi Program dan Efisiensi Anggaran

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM-
Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 sebagai upaya menyusun arah pembangunan yang partisipatif, transparan, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum., jajaran DPRD, kepala perangkat daerah, serta perwakilan masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat.

Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto, Drs. Bambang Eko Wahyudi, M.Si., dalam laporannya menegaskan bahwa Musrenbang merupakan wujud keterbukaan demokrasi sekaligus sarana untuk menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap pembangunan daerah.

“Melalui Musrenbang, kita menghimpun aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskannya dengan kebijakan pemerintah daerah, provinsi, hingga nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyusunan RKPD 2027 telah melalui berbagai tahapan, mulai dari Musrenbang desa pada Januari 2026, evaluasi perencanaan, Musrenbang kecamatan, forum konsultasi publik, hingga forum perangkat daerah. Puncaknya, Musrenbang tingkat kabupaten digelar pada 30 Maret 2026. di pendopo Graha Maja Tama.

RKPD sendiri merupakan penjabaran dari RPJMD yang memuat prioritas pembangunan, kerangka ekonomi daerah, serta rencana kerja dan pendanaan selama satu tahun.

Adapun tujuan pelaksanaan Musrenbang RKPD 2027 di antaranya mempertajam indikator kinerja, menyelaraskan prioritas pembangunan dengan pemerintah provinsi dan pusat, serta melakukan verifikasi usulan masyarakat dan pokok pikiran DPRD.

Proyeksi Anggaran dan Kesenjangan Pembiayaan
Dalam forum tersebut, dipaparkan bahwa proyeksi belanja daerah Kabupaten Mojokerto Tahun 2027 mencapai Rp2,61 triliun. Sementara total kebutuhan anggaran pembangunan mencapai Rp4,07 triliun, sehingga terdapat selisih sekitar Rp1,45 triliun.

Rincian usulan pembangunan meliputi 496 usulan desa dengan anggaran Rp388 miliar, 92 usulan lembaga sebesar Rp57 miliar, 504 pokok pikiran DPRD senilai Rp183 miliar, serta usulan perangkat daerah yang mencakup 92 program, 532 kegiatan, dan 1.488 sub kegiatan dengan total anggaran Rp3,44 triliun.

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah daerah akan mengedepankan efisiensi anggaran, memprioritaskan belanja wajib dan program unggulan, serta memperkuat pendekatan money follow program prioritas. Selain itu, skema pembiayaan alternatif melalui creative financing juga akan didorong.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen pembangunan yang partisipatif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.Dalam suasana bulan Syawal, ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat.

“Musrenbang ini menjadi momentum penting untuk menyatukan gagasan dan masukan demi penyempurnaan rencana pembangunan daerah ke depan,” ungkapnya.

Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu juga menekankan pentingnya inovasi di tengah keterbatasan anggaran, terutama dengan memanfaatkan potensi di luar APBD seperti Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kita tidak bisa hanya bergantung pada APBD. Kita harus kreatif dan inovatif, termasuk memaksimalkan CSR untuk membantu masyarakat, seperti penanganan rumah tidak layak huni,” tegasnya.

Dalam arahannya, Bupati Mojokerto memaparkan sejumlah isu strategis pembangunan tahun 2027, di antaranya peningkatan akses pendidikan, pemerataan layanan kesehatan, penanganan stunting, pengentasan kemiskinan berbasis data terpadu, penguatan ekonomi daerah, serta optimalisasi digitalisasi layanan publik.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Musrenbang RKPD 2027 diharapkan menghasilkan kesepakatan bersama yang dituangkan dalam berita acara sebagai dasar penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), hingga APBD Tahun Anggaran 2027.

“Melalui forum ini, kita berharap dapat menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto,” pungkas Bupati.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *