Bulog Distribusikan Bantuan Pangan di Mojokerto, Lebih dari 156 Ribu Warga Terima Beras dan Minyak

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Program penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng di Kabupaten Mojokerto resmi dimulai. Kegiatan perdana berlangsung di Balai Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, pada Kamis (2/4/2026).dan dihadiri langsung oleh Bupati Mojokerto, Dr. Muhammad Al Barra.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, menyampaikan bahwa program ini merupakan kebijakan pemerintah pusat di era Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan gejolak harga bahan pokok.

“Melalui Badan Pangan Nasional, pemerintah menugaskan Bulog untuk menyalurkan bantuan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan membantu masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah, tetapi juga membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, terutama beras dan minyak goreng yang mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Di Kabupaten Mojokerto, jumlah penerima bantuan tercatat sebanyak 156.513 orang. Data tersebut bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Kementerian Sosial RI.

Secara nasional, program ini menyasar lebih dari 33 juta penerima, dengan alokasi bantuan masing-masing 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan.

“Penyaluran kali ini diberikan sekaligus untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret. Jadi setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” jelas Husin.

Khusus di Desa Ngastemi, jumlah penerima mencapai 514 orang, sementara di Kecamatan Bangsal sebanyak 6.827 penerima.

Husin berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, serta tidak disalahgunakan.

“Kami mengimbau agar bantuan ini digunakan langsung oleh penerima dan tidak diperjualbelikan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, menegaskan bahwa program bantuan pangan ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya pasca Lebaran.

“Selain menjaga harga tetap stabil, bantuan ini juga bertujuan mempertahankan daya beli masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penerima bantuan berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, yakni kategori desil 1 hingga desil 5, berdasarkan hasil pendataan berjenjang mulai dari tingkat desa hingga pusat.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila terdapat ketidaksesuaian data penerima bantuan.

“Jika ditemukan data ganda atau tidak tepat sasaran, silakan dilaporkan melalui pemerintah desa atau Dinas Sosial agar segera diperbaiki,” katanya.

Dengan dimulainya program ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga dan masyarakat dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi saat ini.

“Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat dan digunakan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga,” pungkasnya.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *