Berita  

Gus Afif Serap Aspirasi Warga Desa Mojojajar, Dorong Desa Mandiri Naik Kelas Jadi Desa Industri

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI Bidang SDM dan Hubungan Kelembagaan, Dr. H.M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., melakukan kunjungan kerja ke Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Senin (3/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus meninjau potensi desa sebagai bagian dari penguatan program pembangunan desa.

Kedatangan pria yang akrab disapa Gus Afif disambut Kepala Desa Mojojajar H. Sa’roni, S.E., Camat Kemlagi Niky Scorates, jajaran Forkopimca Kemlagi, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), pendamping desa, tokoh masyarakat, serta mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Ar-Rasyid Surabaya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Mojojajar H. Sa’roni mengaku bangga dan bersyukur atas kunjungan pejabat dari pemerintah pusat tersebut.

“Sejak saya menjabat sebagai Kepala Desa, baru kali ini Desa Mojojajar mendapat kunjungan dari pejabat pusat. Kami berharap kehadiran Gus Afif membawa kabar baik dan membuka peluang bagi kemajuan desa kami,” ujar Sa’roni.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Kemendes PDT terhadap desa-desa di Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, Gus Afif menegaskan bahwa kunjungannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.

“Kami datang ke desa bukan hanya melakukan kunjungan kerja, tetapi juga untuk belanja masalah. Kami ingin mendengar langsung masukan, usulan, dan persoalan dari masyarakat agar bisa kami bawa ke pemerintah pusat, khususnya Kementerian Desa, untuk dicarikan solusi,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah pusat saat ini tengah mempersiapkan proses penyusunan perencanaan pembangunan desa sehingga aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan arah kebijakan ke depan.

Gus Afif menjelaskan, Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu daerah yang patut diapresiasi karena seluruh desanya telah berstatus Desa Mandiri.

“Seluruh desa di Kabupaten Mojokerto sudah masuk kategori Desa Mandiri. Namun, jangan cepat berpuas diri. Desa harus terus berkembang, bahkan naik kelas menjadi desa industri. Maksudnya bukan dipenuhi pabrik, melainkan bagaimana potensi lokal, UMKM, peternakan, pertanian, maupun produk unggulan desa dapat dikelola secara profesional sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap daerah memiliki potensi yang berbeda sehingga perlu didorong agar menjadi sumber kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan yang berkelanjutan.

Selain itu, Gus Afif juga mengajak pemerintah desa untuk mempertahankan program-program yang sudah berjalan baik, sekaligus menyesuaikannya dengan kebijakan pemerintah terbaru.

“Kebijakan lama yang baik harus tetap dipertahankan, kemudian dipadukan dengan program-program baru seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) maupun program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar saling mendukung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” katanya.

Dalam sesi dialog, masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Beberapa usulan yang mengemuka antara lain kebutuhan pupuk bagi petani, perbaikan jalan lingkungan, pembangunan ruang guru PAUD, normalisasi Sungai Marmoyo, peningkatan insentif bagi Ketua RT dan Karang Taruna, hingga dukungan terhadap pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pengurus BUMDes juga menyampaikan keluhan terkait usaha peternakan ayam petelur yang dikelola desa. Mereka berharap adanya perhatian pemerintah terhadap stabilitas harga telur yang dinilai tidak sebanding dengan tingginya harga pakan dan biaya operasional.

Kegiatan penyerapan aspirasi tersebut menjadi bagian dari upaya Kemendes PDT RI dalam memperkuat pembangunan desa berbasis kebutuhan masyarakat. Berbagai masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam penyusunan program pemerintah pusat agar lebih tepat sasaran serta mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di tingkat desa.(,Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *