Berita  

Staf Khusus Kemendes PDT RI Tinjau BUMDes Bakti Mandiri Farm di Mojowatesrejo, Dorong Desa Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI Bidang SDM dan Hubungan Kelembagaan, Dr. H.M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBDes Semester I Tahun Anggaran 2026 di Desa Mojowatesrejo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Senin (3/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gus Afif didampingi Camat Kemlagi Niky Scorates, Kepala Desa Mojowatesrejo Agus Supriyanto, S.H., jajaran Forkopimca, perangkat desa, pendamping desa, pengurus BUMDes, serta tokoh masyarakat. Setelah berdialog dengan warga, rombongan meninjau unit usaha BUMDes Bakti Mandiri Farm yang bergerak di bidang peternakan ayam petelur.

Kepala Desa Mojowatesrejo, Agus Supriyanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Staf Khusus Kemendes PDT RI. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi kesempatan bagi desa untuk menyampaikan berbagai persoalan sekaligus potensi yang dimiliki agar mendapat perhatian dalam penyusunan kebijakan nasional.

“Melalui kunjungan ini kami berharap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dibawa ke kementerian sehingga mempercepat pembangunan Desa Mojowatesrejo. Kami ingin mewujudkan desa yang BERKOBAR, yakni Bersih, Kondusif, Religius, dan Beradab,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Mojowatesrejo merupakan desa yang memiliki keberagaman masyarakat dengan kehidupan sosial yang harmonis. Mayoritas warga berprofesi sebagai petani, namun masih menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari keterbatasan pupuk hingga rendahnya harga hasil panen yang tidak sebanding dengan biaya produksi.

Agus juga memaparkan perkembangan BUMDes Bakti Mandiri yang telah memperoleh penyertaan modal sebesar Rp165 juta. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur berkapasitas sekitar 500 ekor dengan produksi rata-rata 30 kilogram telur setiap hari.

Menurutnya, ke depan usaha tersebut akan diperluas melalui pemberdayaan masyarakat. Warga direncanakan memperoleh bantuan 10 hingga 20 ekor ayam petelur di masing-masing rumah sehingga dapat menjadi sumber pendapatan keluarga, sementara hasil produksinya tetap dikelola bersama melalui BUMDes.

“Kami berharap usaha peternakan ayam petelur ini dapat menjadi penopang kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih dan BUMDes,” katanya.

Selain peternakan ayam, BUMDes Mojowatesrejo juga mengembangkan budidaya ikan lele. Program tersebut bahkan telah mendapat survei awal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan saat ini tinggal menunggu hasil kelayakan untuk memperoleh dukungan lebih lanjut.

Sementara itu, Staf Khusus Kemendes PDT RI, Dr. H.M. Afif Zamroni, menyampaikan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan pembangunan desa berjalan optimal, sekaligus mendorong lahirnya inovasi ekonomi berbasis potensi lokal.

Ia mengapresiasi Kabupaten Mojokerto yang seluruh desa berstatus Desa Mandiri, berdasarkan hasil penilaian Kementerian Desa melalui pendamping desa.

“Seluruh 299 desa di Kabupaten Mojokerto telah berstatus Desa Mandiri. Ini merupakan capaian yang luar biasa. Namun status tersebut harus menjadi motivasi untuk terus berkembang, bukan justru membuat desa merasa puas,” ujar Gus Afif.

Menurutnya, desa harus mulai membangun jiwa kewirausahaan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki. Pemerintah pusat melalui kebijakan BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah membuka peluang besar agar masyarakat desa mampu meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.

“Kita ingin mengembalikan semangat entrepreneur masyarakat desa. Potensi pertanian, peternakan, perikanan, UMKM hingga pariwisata harus dikelola secara profesional sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, konsep desa industri bukan berarti membangun kawasan pabrik di desa, melainkan menjadikan seluruh potensi desa sebagai sebuah ekosistem ekonomi yang saling mendukung.

“Kalau desa memiliki wisata, maka kuliner, kerajinan, transportasi hingga suvenirnya juga harus dikelola oleh masyarakat desa. Begitu pula pertanian dan peternakan harus mampu menghasilkan produk bernilai tambah. Dengan cara itulah kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” jelasnya.

Gus Afif juga menegaskan bahwa pemerintah saat ini menjadikan desa sebagai subjek utama pembangunan nasional sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Berbagai kementerian diarahkan untuk bersinergi memperkuat pembangunan desa agar mampu mengurangi kemiskinan dan menekan urbanisasi.

Usai berdialog dengan masyarakat, Gus Afif bersama Camat Kemlagi, Kepala Desa Mojowatesrejo, dan jajaran pemerintah desa meninjau langsung BUMDes Bakti Mandiri Farm untuk melihat proses budidaya ayam petelur yang diharapkan menjadi salah satu model pengembangan ekonomi desa berbasis pemberdayaan masyarakat. (Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *