Berita  

Ngopi Bersama 20 Kades di Kemlagi, Gus Afif Tampung Aspirasi Soal BUMDes, Alat Pertanian hingga Koperasi Desa Merah Putih

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM – Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI Bidang SDM dan Hubungan Kelembagaan, Dr. H.M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I. atau yang akrab disapa Gus Afif, menggelar dialog santai bertajuk Ngobrol Pintar (Ngopi) bersama 20 kepala desa se-Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Senin (3/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Warung UMKM Desa Mojowono itu digelar usai Gus Afif melakukan kunjungan kerja ke Desa Mojojajar dan Desa Mojowatesrejo. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Camat Kemlagi, Niky Scorates, beserta para kepala desa.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Berbagai persoalan pembangunan desa dibahas, mulai dari pemberdayaan masyarakat, evaluasi pendamping desa, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), hingga berbagai aspirasi yang disampaikan langsung oleh para kepala desa.

Salah satu aspirasi datang dari Kepala Desa Betro, Sutrikno, yang mengusulkan adanya bantuan mesin combine harvester bagi BUMDes di wilayah Kecamatan Kemlagi.

Menurutnya, mayoritas masyarakat Kemlagi berprofesi sebagai petani. Selama ini, petani masih harus menyewa mesin panen dari luar daerah dengan biaya yang cukup tinggi.

“Kalau BUMDes memiliki combine harvester sendiri, selain dapat membantu petani mendapatkan biaya sewa yang lebih murah, juga dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD),” ungkap Sutrikno.

Sementara itu, Kepala Desa Pandankrajan, Syafian, mempertanyakan perkembangan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai belum menunjukkan aktivitas sejak diluncurkan.

Selain itu, sejumlah kepala desa juga menanyakan kemungkinan adanya sinergi antara BUMDes dengan Koperasi Desa Merah Putih agar keduanya dapat saling mendukung dalam pengembangan ekonomi desa.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gus Afif mengatakan seluruh aspirasi para kepala desa menjadi catatan penting yang akan disampaikan langsung kepada Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

“Ini menjadi temuan baru bagi kami. Seluruh keluhan dan aspirasi para kepala desa akan kami sampaikan langsung kepada Bapak Menteri sebagai bahan evaluasi kebijakan,” ujar Gus Afif.

Ia menjelaskan, usulan pengadaan alat pertanian melalui BUMDes merupakan gagasan yang sangat baik, khususnya bagi desa-desa yang mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian.

Menurutnya, selama ini bantuan alat mesin pertanian lebih banyak berasal dari Kementerian Pertanian. Ke depan, Kemendes PDT membuka peluang agar penguatan BUMDes juga dapat diarahkan pada penyediaan layanan alat pertanian sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat desa.

“BUMDes dapat menjadi satu pintu pelayanan alat pertanian. Dengan begitu, petani memperoleh kemudahan, sementara desa juga mendapatkan manfaat ekonomi melalui peningkatan PAD,” jelasnya.

Terkait keberadaan Koperasi Desa Merah Putih, Gus Afif menegaskan bahwa pemerintah telah mendorong sinergi antara BUMDes, koperasi desa, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama lintas kementerian.

Ia menekankan agar pemerintah desa mampu mengintegrasikan seluruh program tersebut sehingga saling mendukung, bukan berjalan sendiri-sendiri.

“Jangan sampai program pemerintah saling tumpang tindih. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi sehingga seluruh potensi desa dapat berkembang bersama,” katanya.

Gus Afif juga menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu Koperasi Desa Merah Putih mulai beroperasi pada Agustus 2026 sebagai bagian dari target nasional sebanyak 80 ribu koperasi.

Menurutnya, setelah koperasi resmi beroperasi, pemerintah desa bersama pengurus dan pengawas koperasi harus memastikan seluruh aset maupun fasilitas yang diserahkan sesuai dengan ketentuan.

Ia menambahkan, selama dua tahun pertama pengelolaan operasional akan didampingi oleh tenaga profesional. Setelah itu, pengelolaan sepenuhnya akan diserahkan kepada desa.

Karena itu, Gus Afif mendorong setiap desa mulai menyiapkan sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang memiliki jiwa kewirausahaan agar mampu mengembangkan usaha koperasi sesuai potensi masing-masing desa.

“Desa harus mulai mempersiapkan SDM yang kreatif dan memiliki jiwa entrepreneur. Nantinya merekalah yang akan menentukan arah pengembangan usaha koperasi sehingga benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” pungkasnya.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *