SEMARANG,JURNALDETIK.COM- Program percepatan penurunan stunting telah menjadi bukti, bila bahwa pemerintah siap menyongsong generasi emas Indonesia, dengan menyiapkan generasi muda Indonesia yang berkualitas, berkompeten dan berdaya saing tinggi.
Untuk memenuhi target mencapai angka prevalensi stunting 14% pada akhir 2024. BKKBN bersama mitra kerja gencar lakukan sosialisasi percepatan penurunan stunting di seluruh Indonesia.
Diantaranya, BKKBN menggelar Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana bersama mitra di MG Setos Semarang, Kamis Siang 31 Oktober 2024.
Selain diikuti ratusan peserta, sosialisasi itu juga menghadirkan para narasumber, yaitu Petrus Bayu Kusuma Anggota DPRD Jawa Tengah, M Djamiul Ma’ruf Sos MAP Widyaiswara Ahli Madya BKKBN Pusat, Iwan Dwi Antono SPd MSc Ketua Tim Pelaporan dan Statistik Perwakilan BKKBN Jawa Tengah.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB. Selanjutnya, ucapan selamat datang disampaikan oleh Ibnu Andika selaku tuan rumah. Ia berharap, kegiatan sosialisasi penurunan stunting ini, dapat memberikan pemahaman bagi para peserta sosialisasi dalam ikut membantu pemerintah, untuk mempercepat penurunan stunting.”Kami ucapkan terima kasih atas semua kehadiran bapak dan ibu semua ditempat kami. Semoga, sosialisasi ini dapat berdampak bagi daerah kami. Masyarakat lebih mengerti cara penanganan stunting,” kata Ibnu Andika.
Selanjutnya, para narasumber secara bergantian memberikan pemaparan tentang penanganan penurunan percepatan stunting kepada ratusan peserta sosialisasi. Salah satunya, yang dijelaskan oleh M Djamiul Ma’ruf Sos MAP Widyaiswara Ahli Madya BKKBN Pusat menerangkan, upaya penanganan stunting dapat dilakukan secara hilir, yakni dengan mencari dan menemukan anak stunting untuk diintervensi lewat makanan bergizi. Hal itu, untuk melakukan pencegahan stunting dari hulu, yakni dilakukan sejak bayi masih berada di dalam kandungan.
“Diantaranya, stunting bisa dicegah saat bayi masih di kandungan. Akan lebih baik, bila pemeriksaan ibu hamil dilakukan secara rutin,” jelasnya.
Sementara itu, Petrus Bayu Kusuma Anggota DPRD Jawa Tengah, bahwa betapa pentingnya upaya maksimal dalam pencegahan stunting ditengah tengah masyarakat. Sebab, stunting telah menjadi masalah nasional yang menjadi perhatian pemerintah secara penuh.
Menurutnya, pihaknya mengemban amanah sebagi wakil rakyat, terus ikut berupaya menekan angka gizi buruk (stunting), khususnya di wilayah Jawa Tengah. Sosialisasi penurunan stunting ini, dapat menjadi wadah dalam berbagi informasi dan pengalaman dari berbagai narasumber ahli di bidang gizi, kesehatan, dan lainnya. Sedangkan, dialog interaktif antara narasumber dan peserta sosialisasi bisa memberikan ruang untuk pertanyaan, solusi, serta pembahasan ide-ide inovatif dalam upaya menurunkan angka stunting.
Mengingat pada 2024 mendatang, angkat penurunan stunting ditarget menjadi 14 persen secara nasional.
“Disamping itu, sosialisasi ini bertujuan untuk lebih memberikan pemahaman dan kesadaran penuh bagi masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan penurunan angka stunting, terutama pada anak-anak usia dini. Sebab, stunting atau gangguan pertumbuhan adalah masalah serius yang dapat berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan perkembangan generasi berikutnya.
Kami memberikan dukungan penuh terhadap upaya percepatan penurunan stunting. Kami menganggap, pentingnya peran kolaboratif maupun kerja sama kuat dalam menangani masalah stunting. Kami siap untuk bersama-sama dengan pemerintah untuk memperkuat program-program yang mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak-anak di seluruh Jawa Tengah.
Pencegahan stunting dapat dicegah lebih awal dalam memastikan kualitas sumber daya manusia yang tangguh dan produktif,” terangnya.
Acara sosialisasi, juga diisi sesi dialog maupun tanya jawab. Usia kegiatan, dilakukan pengundian doorprize. Kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar dan kondusif. (Kar)

















