Berita  

Program 100 Hari Barra-Rizal Dimulai: Berobat Cukup dengan KTP, Insentif Guru TPQ Naik, dan Bedah Rumah 

Program 100 Hari Barra-Rizal Dimulai: Berobat Cukup dengan KTP, Insentif Guru TPQ Naik, dan Bedah Rumah 

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, Dr Muhammad Al Barra dan dr Muhammad Rizal Octavian (Barra-Rizal), mulai merealisasikan program 100 hari kerja mereka. Salah satu program utama yang kini berjalan adalah kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Dari total kepesertaan BPJS Kesehatan yang telah mencapai 98%, tercatat 28% di antaranya dalam status nonaktif.

 

Sebagai solusi, pemerintah daerah kini menerapkan kebijakan berobat cukup dengan KTP untuk memastikan seluruh warga tetap mendapatkan layanan kesehatan.

 

Hal itu dikatakan, Hariyono Ketua Tim Transisi MUBAROK saat gelar Konferensi Pers penyampaian program 100 hari Kerja bupati Barra-Rizal, di Goes House, Universitas Abdul Chalim Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Mojokerto. Kamis (13/3)

 

Ia menyampaikan, perhatian juga diberikan kepada tenaga pendidik agama. Insentif bagi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang sebelumnya sebesar Rp 600 ribu kini meningkat menjadi Rp 1,2 juta per bulan.

 

“Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para guru TPQ serta kualitas pendidikan agama di Kabupaten Mojokerto” ungkapnya

 

Program bedah rumah juga menjadi salah satu prioritas dalam 100 hari kerja pertama Barra-Rizal. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak.

 

Ketua Tim Transisi MUBAROK, Hariyono,juga menyampaikan bahwa program-program tersebut merupakan bagian dari komitmen pasangan Barra-Rizal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami berupaya mewujudkan janji kampanye dengan langkah konkret dalam 100 hari pertama. Pemerintah daerah akan terus bekerja keras demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ayahanda Bupati Mojokerto, Prof Dr KH Asep Syaifuddin Chalim MA,menegaskan bahwa dirinya tidak terbersit niat sedikitpun mengambil keuntungan 1 rupiah pun dari APBD Kabupaten Mojokerto walau dirinya telah mengeluarkan dana yang besar untuk biaya Pilkada untuk pasangan bupati Barra-Rizal

 

Karena dirinya ingin menjadikan kabupaten Mojokerto sebagai miniatur percontohan di Indonesia yang menjadikan kabupaten Mojokerto Maju, Adil dan Makmur.

 

“Saya tegaskan, saya tidak akan mendirikan PT atau CV untuk mendapatkan proyek Pemkab. Saya juga mengingatkan kepada seluruh tim pendukung Mubarok agar tidak memanfaatkan kedekatan dengan Bupati dan Wakil Bupati untuk mengambil keuntungan melalui cara yang tidak baik,” tegasnya.

 

Kyai Asep juga memberi peringatan keras kepada pihak-pihak yang memanfaatkan kedekatan dengan Gus Barra dan dr. Rizal untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Ia meminta agar tidak ada lagi praktik jual beli jabatan atau dominasi dalam memenangkan tender-tender proyek besar di lingkungan Pemkab Mojokerto. (Kar)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *