MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM- Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus menggalakkan Gerakan Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (GERCEP) melalui kegiatan Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu atau GEMA PITU. Kali ini, kegiatan tersebut digelar di Kedungudi Sky Park Hill, Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Selasa (1/7/2025), dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Mojokerto, dr. Muhammad Rizal Oktavian bersama istri yang juga seorang dokter spesialis anak, dr. Amelia Fitri Oktavian Sp.A.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga 11.30 WIB ini dihadiri pula oleh Kepala Dinas Kesehatan dr. Ulum Rohmad Hikmawan, Forkopimca Trawas, perwakilan DP2KBP2, para kepala Puskesmas, kader posyandu, kepala desa, organisasi pendidikan usia dini, serta warga masyarakat setempat.
Kehadiran rombongan disambut meriah oleh anak-anak TK dengan yel-yel semangat, dilanjutkan dengan senam Pinguin dari PAUD serta pentas tari oleh siswa SD, menciptakan suasana yang ceria dan penuh kebersamaan.
Kepala Desa Kedungudi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati dan rombongan. Ia juga melaporkan kondisi desa saat ini yang memiliki 969 jiwa, dengan 53 balita, 4 ibu hamil, dan 2 kasus stunting. Selain itu, sebanyak 3 balita mengalami gizi kurang dan terdapat 16 kader posyandu aktif.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati dr. Rizal menekankan pentingnya gizi seimbang dalam mencegah stunting. Ia menyebutkan bahwa protein hewani dan nabati, serta konsumsi susu dan makanan bergizi setelah usia satu tahun, sangat penting untuk mendukung pertumbuhan anak.
“Kunci dari stunting adalah kurang gizi. Makanan bergizi seimbang sangat penting diberikan sejak dini,” ujar Wabup.
Sementara itu, dr. Amelia Fitri Oktavian Sp.A selaku narasumber memberikan penjelasan lengkap tentang bahaya stunting. Ia menegaskan bahwa kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada balita bisa menyebabkan kecerdasan anak berkurang hingga 20 persen.
“Periode emas tumbuh kembang otak anak adalah sejak dalam kandungan hingga usia lima tahun. Jadi, ibu hamil wajib tercukupi gizinya,” jelasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke posyandu oleh dr. Amelia. Ia berinteraksi dengan ibu hamil, bayi, balita, dan lansia yang mengikuti layanan kesehatan terintegrasi. Pelayanan posyandu ini mencakup enam aspek pelayanan dasar: kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibumlinmas).
Kegiatan GEMA PITU di Desa Kedungudi ini berlangsung tertib dan lancar. Gerakan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah Kabupaten Mojokerto dan masyarakat dalam mempercepat upaya penurunan stunting menuju generasi Mojokerto yang sehat dan cerdas.(Kar)
















