MOJOKERTO, 3 Juni 2026 (JURNALDETIK.COM) – Menanam satu pohon mungkin terlihat sederhana, namun manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Mulai dari akar yang membantu menahan tanah, daun yang berperan memperbaiki kualitas udara, hingga batang yang tumbuh menjadi peneduh, pohon memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Jika satu pohon saja memberi banyak manfaat, maka 29.000 pohon tentu membawa dampak yang jauh lebih besar. Di tengah tantangan perubahan iklim saat ini, gerakan penghijauan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga ruang hidup masyarakat sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan poin 15 tentang Ekosistem Daratan.
Semangat tersebut yang diusung PT Permodalan Nasional Madani (PNM), lembaga keuangan milik negara yang dikenal melalui program pembiayaan dan pendampingan usaha bagi masyarakat prasejahtera. Melalui program PNM Peduli, kepedulian itu diperluas ke sektor lingkungan melalui gerakan penanaman pohon di 58 cabang di seluruh Indonesia.
Setiap cabang menanam sedikitnya 500 bibit pohon, sehingga total mencapai 29.000 pohon. Langkah ini menjadi bentuk ikhtiar sederhana untuk menghadirkan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat, tempat mereka bekerja, berusaha, dan membangun harapan untuk keluarga.
Gerakan tersebut juga menjadi kelanjutan dari semangat RE3 FOR-E, kampanye keberlanjutan yang sebelumnya berhasil mengumpulkan sekitar 20 ton pakaian layak pakai dari Insan PNM. Pakaian tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, bersamaan dengan buku bacaan sebagai dukungan terhadap peningkatan akses literasi.
Dari pakaian yang diberi kehidupan kedua, buku yang membuka ruang belajar, hingga pohon yang ditanam demi masa depan, seluruh rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk.
Nilai yang sama juga diteruskan melalui program PNM Mengajar yang menjangkau 58 SMK dari Sabang sampai Merauke. Melalui program tersebut, pemberdayaan tidak hanya dimaknai sebagai akses permodalan, tetapi juga sebagai upaya menumbuhkan pengetahuan, kepedulian sosial, dan kesadaran menjaga lingkungan.
Sebab pada akhirnya, masa depan yang lebih baik tidak hanya dibangun dari usaha yang berkembang, tetapi juga dari lingkungan yang tetap terjaga bersama.
Dari berbagai rangkaian kegiatan tersebut, manfaat yang ingin dihadirkan tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan tumbuh bersama masyarakat yang merasakannya secara langsung. Bagi para penerima manfaat, pohon yang ditanam, pakaian dan buku yang disalurkan, hingga ruang belajar yang dibuka menjadi bagian dari harapan sederhana untuk kehidupan yang lebih baik.
“Mewakili warga RW 02 Balongrawe, kami mengucapkan terima kasih kepada PNM yang telah ikut berpartisipasi dalam penghijauan di lingkungan kami melalui bantuan bibit pohon. Saat ini kami juga sedang menjalankan program ketahanan pangan di lingkungan. Harapan kami, warga Balongrawe bisa terus dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan PNM Cabang Mojokerto,” ujar Ketua RW Lingkungan Balongrawe.(Kar)













