Berita  

GMB Mojokerto Ikut Khidmatkan HUT ke-81 RI di Ponpes Amanatul Ummah Pacet, Heriyanto Ajak Anggota Teladani Perjuangan Pahlawan

Oplus_16908288

MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut ditunjukkan Gerakan Mojokerto Bersatu (GMB). Dipimpin Ketua GMB Mojokerto Heriyanto, sekitar 30 anggota organisasi tersebut mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin (17/8/2026).

Keikutsertaan GMB dalam upacara tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus wujud kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Heriyanto mengatakan, dirinya sengaja mengajak puluhan anggota GMB untuk hadir dalam upacara HUT ke-81 RI sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa.

“Keikutsertaan kami dalam upacara ini merupakan wujud kecintaan GMB terhadap NKRI. Selain itu, kami ingin menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang dengan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia,” kata Heriyanto.

Menurutnya, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif dan tetap mengenang jasa para pejuang yang telah mengantarkan Indonesia menjadi negara merdeka.

“Kita yang saat ini menikmati kemerdekaan wajib mengenang dan menghormati jasa para pahlawan. Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini merupakan hasil perjuangan yang tidak ternilai,” ujarnya.Selasa (18/8/2026)

Upacara di Ponpes Amanatul Ummah tersebut berlangsung khidmat dan diikuti berbagai unsur masyarakat. Selain GMB Mojokerto, kegiatan juga dihadiri jajaran Pemerintah Kecamatan Pacet, 20 kepala desa beserta perangkat desa se-Kecamatan Pacet, serta keluarga besar Pondok Pesantren Amanatul Ummah.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya tokoh nasional sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Dr. Prof. KH Asep Syaifudin Chalim, MA., Staf Khusus Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI Dr. H. Muhammad Afif Zamroni, Lc., M.E.I., Plt Camat Pacet Djoko Widjayanto, A.P., M.M., bersama jajaran Forkopimca Pacet.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara yakni Komandan Korem 082/Citra Panca Yudha Jaya (CPYJ), Kolonel Inf Batara Alex Bulo.

Menariknya, sejumlah petugas upacara berasal dari santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Pembacaan Pembukaan UUD 1945 dilakukan oleh santri, sementara pembacaan teks Proklamasi disampaikan oleh seorang purnawirawan. Pasukan pengibar bendera dan paduan suara juga melibatkan para santri.

Dalam amanatnya, Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo mengajak seluruh peserta untuk kembali menghayati pengorbanan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“81 tahun yang lalu, tepatnya 17 Agustus 1945, para pejuang bangsa dengan tulus dan ikhlas mengorbankan jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan demi tegaknya Negara Republik Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Dr. Prof. KH Asep Syaifudin Chalim menegaskan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Menurutnya, momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus berkontribusi dalam pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kemerdekaan ini harus kita isi dengan pembangunan yang nyata, pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kita tidak boleh hanya menikmati hasil perjuangan para pahlawan, tetapi harus meneruskan perjuangan itu melalui pengabdian, pendidikan dan pembangunan,” tegas KH Asep.

Ia menambahkan, pemerintah, pesantren dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa. Semangat kemerdekaan, kata dia, harus diwujudkan melalui kerja nyata dan pengabdian sesuai bidang masing-masing.

Bagi GMB Mojokerto, kehadiran dalam upacara tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *