MOJOKERTO,JURNALDETIK.COM– Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata dan olahraga. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggandeng lembaga pendidikan mulai tingkat TK, SD, SMP hingga SMA se-Kota Mojokerto.
Strategi tersebut disampaikan Kepala Disporapar Kota Mojokerto, Any Wijaya usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Mojokerto, Kamis (4/6/2026).
Menurut Any, sejumlah fasilitas wisata dan olahraga seperti GOR A. Yani, GOR Majapahit, hingga wisata kolam renang Sekarsari dan susur sungai mulai memberikan kontribusi terhadap PAD Kota Mojokerto.
“Sekarang sudah ada pemasukan dari susur sungai, parkir, kemudian event rutin yang digelar seminggu tiga kali di Taman Bahari Majapahit,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk wisata susur sungai saat ini masih terus dikembangkan, termasuk penyelesaian pembangunan dermaga dan perluasan area parkir guna menunjang kenyamanan pengunjung.
“Pengunjung tidak hanya dari Mojokerto, tapi juga dari Sidoarjo, Gresik hingga Jombang,” katanya.
Selain pengembangan fasilitas wisata, Disporapar juga melakukan pendekatan langsung kepada lembaga pendidikan melalui program outing class di Kolam Renang Sekarsari.
Pada awal tahun 2026, Disporapar mengundang seluruh kepala sekolah TK, SD, SMP hingga SMA se-Kota Mojokerto untuk mengenalkan fasilitas wisata yang dimiliki Pemkot Mojokerto.
“Kami ajak seluruh kepala sekolah datang ke Sekarsari supaya mereka tahu langsung fasilitasnya. Banyak yang ternyata belum pernah masuk ke Sekarsari,” ungkap Any.
Program outing class tersebut dinilai efektif mendongkrak jumlah kunjungan pelajar ke lokasi wisata milik pemerintah daerah.
Disporapar juga menawarkan harga tiket yang lebih terjangkau dibanding tempat wisata lain.
“Harga tiket masuk di Sekarsari Rp15 ribu. Bahkan ada promo beli 10 gratis 2. Kalau satu kelas berisi 30 siswa, cukup bayar untuk 20 siswa,” jelasnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga menambah berbagai wahana permainan anak seperti ember tumpah dan fasilitas hiburan keluarga lainnya guna meningkatkan daya tarik pengunjung.
Meski demikian, Any mengakui Kolam Renang Sekarsari masih memiliki keterbatasan karena ukuran kolam belum memenuhi standar olimpiade.
“Kolamnya panjangnya hanya 25 meter dan lebar 12,5 meter, jadi memang belum standar untuk olahraga prestasi. Tapi untuk wisata keluarga dan anak-anak, pengunjungnya meningkat luar biasa dibanding tahun lalu,” terangnya.
Saat ini, area wisata Kolam Renang Sekarsari memiliki kapasitas parkir sekitar 30 mobil dan 70 sepeda motor. Kehadiran pelaku UMKM di sekitar lokasi wisata juga turut menjadi bagian dari upaya meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.(Kar)

















